Arsip Kategori: Kata Alissa

Adu Nilai

“Jadi, apa yang membuat bapak ibu bangga menjadi orang Poso?” Pertanyaan itu saya lontarkan kepada belasan pemuka agama di pinggir Danau Poso di Tentena. Institute Mosintuwu menjadi tuan rumah untuk diskusi menggali nilai-nilai kearifan masyarakat Poso itu, bagian dari serial kegiatan senada yang dilakukan Jaringan GUSDURian di berbagai kota. Para pemuka agama di Poso lalu…
Read more

Itikad Kata-kata

”Bu, apakah kita sama sekali tidak boleh menyebut kata banci? Bagaimana kalau kita sedang harus berdiskusi tentang itu? Masak tidak boleh disebut sama sekali?” Demikian tanya anak saya yang berusia 10 tahun. Pertanyaan ini membuat saya berpikir panjang dan akhirnya menyampaikan cara pandang yang lebih lengkap untuknya: kata apa pun tidak boleh digunakan jika itikadnya…
Read more

Mahalnya Percaya

Setiap kali memasuki periode percaturan kekuasaan lokal-nasional, Jaringan GUSDURian kerap ikut sibuk. Bukan karena terlibat perebutan kekuasaan yang terjadi dalam politik praktis, melainkan karena klaim bahwa GUSDURian mendukung calon A atau merapat kepada calon B. Keyakinan bahwa kepercayaan publik akan berdampak pada kerja-kerja penguatan masyarakat dalam jangka panjang membuat klarifikasi ini menjadi penting. Berulang kali…
Read more

Beduk dan Kentongan

Sebuah beduk besar yang indah menyita perhatian saya saat mengunjungi Masjid Jawa di Bangkok. Masjid yang didirikan pada tahun 1905 ini adalah masjid tinggalan para pemukim berdarah Jawa di Bangkok. Arsitekturnya menyerupai masjid-masjid Nusantara, begitu pun tradisi yang dihidupinya. Pak Abu, salah seorang pengelola masjid, mengisahkan bahwa beduk tersebut dibawa di tahun 1930-an. “Dulu juga…
Read more