Arsip Kategori: Opini

Gus Dur dan Problem Bangsa Kita

Abdurrahman Wahid alias Gus Dur memang sudah sepuluh tahun ”pergi”, tetapi memori tentang sosoknya masih begitu melekat dalam pikiran kita semua. Dalam ingatan kita, Gus Dur semasa hidup merupakan representasi banyak sosok: mulai dari pribadi biasa yang humoris, aktivis, dan intelektual muslim yang kontroversial, hingga sosok negarawan dan ulama yang humanis. Dalam tradisi semiotik, dia…
Read more

Santri dan Pertarungan Film Islam Sekarang

Bertahun-tahun selama masa Order Baru, santri (yang berafiliasi ke NU) adalah kelompok yang hampir tak tercatat di atas peta perfilman Indonesia. Selain banyak santri menganggap teknologi pembuatan dan praktek pemutaran film sebagai hal yang tidak penting dan (ironisnya) kontroversial, representasi tentang mereka di layar bioskop Indonesia jarang sekali ditemukan. Sekalinya ada, ia tunduk terhadap nafsu…
Read more

Islam: Keras dan Lembut, Dulu dan Kini

Ketika berada di Washington DC, penulis menghadiri Konvensi American Jewish Committee (AJC). Mengapakah hal itu penulis lakukan, padahal AJC adalah sebuah organisasi yang mungkin tidak disenangi jumlah sangat besar kaum muslimin? Jawabannya sederhana saja: bahwa kalau tidak kita terangkan pada mereka, mereka tetap tidak akan tahu selamannya tentang sisi-sisi lembut dari Islam. Mereka hanya tahu…
Read more

Bapak Ceplas-Ceplos Nasional

Banyak hal terkuak sepeninggal Gus Dur. Ternyata sebagai bangsa kita masih saja terlalu silau pada hal-hal yang seolah-olah besar dan mentereng. Sebutan ”Bapak Pluralisme” dan ”Bapak Demokrasi” buat almarhum menunjukkan keterpukauan itu. Yang rinci dan seolah-olah kecil kita abaikan. Keceplas-ceplosan Gus Dur kita anggap unsur sepele. Kita lekas melupakannya. Padahal, sejatinya, unsur tampak remeh-temeh inilah…
Read more