Gelar Kajian Gus Dur, GUSDURian Pasuruan Angkat Tema “Natal dan Pesannya”

Komunitas Gitu Saja Kok Repot (GUSDURian Pasuruan) menyelenggarakan serangkaian peringatan Haul Gus Dur selama bulan Desember. Salah satu kegiatannya adalah Kajian Gus Dur (KGD) edisi Desember dengan tema "Natal dan Pesannya". Diskusi ini dilaksanakan pada hari Rabu, (15/12), dari pukul 19.00 sampai 21.00 WIB via online melalui Zoom meeting.

Dengan mengambil tema ini, Komunitas Gitu Saja Kok Repot mencoba mendiskusikan tulisan Gus Dur yang berjudul serupa, dengan mengupas gagasan-gagasan yang ada di dalamnya. Selain itu, Desember menjadi bulan spesial karena diperingati sebagai hari besar perayaan Natal dan tahun baru, juga bertepatan pula dengan peringatan wafatnya Gus Dur (Haul Gus Dur). Desember tahun ini merupakan peringatan Haul Gus Dur yang ke-12 dan diperingati juga dengan sebutan Bulan Gus Dur.

Hal yang menarik dalam Kajian Gus Dur ini, para penggerak GUSDURian Pasuruan mengundang dua pemantik diskusi dari latar belakang yang berbeda, yaitu Ulfatun Hasanah dari GUSDURian Sumenep dan Gideon Hendro Buwono, M.Th, seorang pendeta muda.

Kegiatan rutin ini dihadiri oleh para penggerak komunitas GUSDURian Pasuruan dan beberapa peserta di luar komunitas yang selalu rutin hadir di kajian Gus Dur yang dilaksanakan setiap bulan sekali ini. Kajian Gus Dur GUSDURian Pasuruan biasa diselenggarakan pada hari rabu awal atau pertengahan bulan.

Kajian diawali oleh para peserta yang membaca tulisan Gus Dur, dan dilanjutkan dengan pemaparan hasil dari kedua pemantik terkait tulisan tersebut. Setelah itu proses diskusi berjalan.

Ada hal yang menarik dalam tulisan "Natal dan Pesannya" tersebut, menurut Pendeta Gideon banyak pesan pada Hari Raya Natal. Mulai dari pesan perdamaian, turut merasakan penderitaan kaum miskin, hingga pesan perikemanusiaan, tetapi pada Natal tahun 2003 lalu justru yang banyak adalah pesan anti-terorisme.

"Ketika membicarakan Natal dalam konteks beberapa tahun lalu hingga hari ini, sering kali yang terjadi adalah kita lupa akan pesan-pesan yang dihadirkan dalam hari raya tersebut. Sebaliknya, justru banyak muncul pesan-pesan pelarangan dan bagaimana hukum mengucapkan Hari Raya Natal serta pesan-pesan yang bisa dikatakan jauh dari nilai-nilai perdamaian," terang Ulfa menambahkan.

Kegiatan ini diakhiri dengan merefleksikan pesan yang coba disampaikan Gus Dur dalam tulisan tersebut.

Author

Bagikan tulisan ini: