GUSDURian Peduli Bantu Korban Banjir Kabupaten Banjar

Selasa, 26 Januari 2021, tim relawan posko bersama GUSDURian Peduli Banjarmasin mengunjungi Desa Simpang Lima, Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Selama kurang lebih lima belas hari sebanyak 140 KK di Desa Simpang Lima ini terendam banjir tanpa terkecuali.

Pada umumnya, jarak tempuh dari Desa Simpang Lima menuju pusat kecamatan hanya menghabiskan waktu 30 menit, namun karena situasi banjir jalan raya tidak ada yang bisa dilalui untuk menuju desa tersebut. Perjalanan harus ditempuh menggunakan perahu. Perjalanan via air bisa ditempuh melalui jalur Sungai Martapura dengan menghabiskan waktu kurang lebih 2 jam. Kami yang terdiri dari dua orang relawan dan seorang tim medis harus menggunakan dua perahu kotok kecil untuk menuju ke sana.

Tim relawan GUSDURian Peduli memiliki misi kemanusiaan untuk memperkuat persaudaraan. Semangat itulah yang mendorong kami mengunjungi Desa Simpang Lima yang terisolir dan kesulitan mendapatkan logistik. Kami datang dengan membawa kebutuhan logistik seperti beras, gula, minyak goreng, mie instan, vitamin, obat-obatan, masker, dan pakaian; serta membawa tim medis untuk memastikan warga yang terdampak dalam kondisi sehat.

Setelah bencana melanda, desa ini mendirikan beberapa posko pengungsian untuk menampung warga yang terdampak banjir. Salah satunya di jembatan pintu masuk Desa Simpang Lima yang difungsikan sebagai pos pengungsian utama. Di antara para pengungsi ada yang sedang dalam keadaan hamil. Selain itu ada juga kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

Menurut penuturan para pengungsi yang ada, saat ini tidak ada pengungsi yang dalam kondisi sakit berat, yang ada hanya penyakit ringan seperti pusing-pusing, sakit perut, dan gatal-gatal. Namun yang perlu diantisipasi dalam kondisi ini adalah munculnya nyamuk demam berdarah, mengingat genangan air yang terlalu lama sehingga harus mengantisipasi warga supaya tak terkena penyakit demam berdarah.

Dampak terbesar dari banjir ini adalah hilangnya mata pencaharian warga yang berlatar belakang petani. Semua lahan pertanian terendam dan kemungkinan besar seluruh tanaman akan mati seperti padi, pisang, cabai, dan tanaman lainnya. Warga Desa Simpang Lima berharap desa segera surut, sehingga bisa kembali ke rumah masing-masing dan dapat beraktivitas seperti semula.

Bagikan tulisan ini: