Terpilih sebagai Ketua Angkatan Temu Kebangsaan 2022, Zahrotun Nafisah Beberkan Harapan dan Pandangannya terhadap Anak Muda

Temu Kebangsaan Anak Muda Indonesia 2022 angkatan kelima telah rampung digelar. Acara yang berlangsung sejak 1-3 Juli 2022 di Cico Resort, Bogor, Jawa Barat berjalan tanpa kendala suatu apa pun.

Setelah melewati serangkaian acara, di akhir sesi, Zahrotun Nafisah terpilih sebagai ketua angkatan kelima Temu Kebangsaan Orang Muda 2022. Tentu, pemilihan ketua tersebut melalui voting forum terlebih dahulu.

Zahrotun Nafisah yang juga penggerak GUSDURian Ciputat menjelaskan bahwa seorang pemuda adalah generasi penerus yang harus berpikiran maju untuk masa depan bangsa. Orang-orang muda melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya.

Menurutnya, orang muda dapat memulai peran-peran yang bersifat dekat saja, tidak perlu terlalu jauh, karena untuk mewujudkan peran yang besar dimulai lebih dulu dari peran yang kecil.

“Jadi gak usah terlalu jauh memandang diri untuk bisa menyelesaikan semua permasalahan bangsa tapi mulai dari hal-hal yang dekat di sekitar. Karena untuk memiliki peran yang besar tentu harus dimulai dari peran-peran yang kecil. Dan tentu harus dimulai dengan persiapan pengetahuan dan mental yang bagus,” ucap Zahro saat dihubungi via telpon.

“Maka persiapkan diri, bisa jadi leader untuk diri sendiri dan juga baru kemudian leader untuk orang lain,” katanya menambahkan.

Sejalan dengan itu, ia berharap khususnya pada diri sendiri dan umumnya kepada teman-teman agar terus mewujudkan kebaikan bersama untuk bangsa Indonesia dan menjaga semangat kebangsaan.

“Bisa mewujudkan kebaikan bersama siapa pun. Baik itu teman yang seagama, seiman, ataupun tidak. Dan terus bisa menjaga semangat kebangsaan karena kita adalah negara Bhinneka Tunggal Ika. Jadi pengennya, setelah mengikuti Tembang, saya dan teman-teman yang lain punya peran bagi sekitarnya masing-masing,” harapnya.

Seperti yang diketahui, sesi FGD diisi oleh fasilitator yang mumpuni dalam bidangnya masing-masing. Yakni Gloria Fransisca Khatarina (AJI Indonesia), Ananto Setiawan (Programme Officer Yappika-ActionAid), Diky Anindiya (Program Officer Indonesia Corruption Watch), Raynaldo Sembiring (Direktur Eksekutif Indonesia Center for Environmental Law), dan Hieronymus Kopong Bali (Marketing Manager KUMPUL).


Author

Bagikan tulisan ini: