Peristiwa

Perkuat Nilai Demokrasi, GUSDURian Bandung Gandeng KPU Jawa Barat dalam Pendidikan Pemilih Berkelanjutan

Bandung – Partisipasi publik dalam menentukan nasibnya pada siklus lima tahun sekali merupakan hal yang cukup krusial. Melalui partisipasi tersebut, setiap warga negara Indonesia dari Sabang sampai Merauke memiliki hak yang sama untuk memilih siapa yang layak mewakili aspirasi, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun nasional, serta memilih pejabat eksekutif, baik bupati/wali kota, gubernur, maupun presiden, yang semuanya kita sebut sebagai pemilu.

Namun, dalam perjalanannya, pemilu belum sepenuhnya bisa memberikan solusi atas permasalahan bangsa saat ini. Salah satu problematikanya adalah kurangnya edukasi sehingga para pemilih tidak bijak dalam menentukan pilihannya. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman dan pelurusan cara pandang bagi pemilih, terutama pemilih pemula yang akan berpartisipasi dalam Pemilu 2029 mendatang.

Berangkat dari gagasan dan cita-cita yang selalu diperjuangkan Gus Dur, terlebih pada nilai keadilan, hal ini sejalan untuk dikolaborasikan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat melalui program Pendidikan Pemilih Berkelanjutan. Seperti diketahui, asas pemilu adalah langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber jurdil).

Kegiatan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan ini diselenggarakan di StrowHat, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, pada Senin (5/10/2026). Acara tersebut dihadiri kurang lebih 30 peserta yang antusias mengikutinya. Para peserta terdiri dari penggerak Gusdurian Bandung, aktivis organisasi intrakampus, aktivis organisasi ekstrakampus, dan mahasiswa lainnya. Sebagai mitra, KPU Provinsi Jawa Barat menghadirkan narasumber yang berkapasitas memberikan pemahaman kepada mahasiswa sebagai pemilih generasi muda.

Kegiatan diawali dan dibuka secara resmi melalui sambutan Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat Hedi Ardia. Dalam penyampaiannya, Hedi menegaskan bahwa pendidikan pemilih merupakan langkah penting dalam menciptakan kualitas demokrasi yang lebih baik. Ia juga mengajak generasi muda untuk berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan pemilu serta mampu menyaring informasi yang beredar di masyarakat agar terhindar dari hoaks.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi talk show yang dibawakan oleh moderator Uchep Hermawan, yang juga penggerak Gusdurian Bandung. Para narasumber menyampaikan materi dengan baik serta memantik banyak diskusi dan pertanyaan dari audiens. Narasumber yang diundang berasal dari berbagai kalangan, antara lain dari unsur KPU, Bawaslu, serta Penggerak Jaringan Gusdurian, Ryan Sevtian.

Semangat perjuangan Gus Dur tentu tidak dapat diperjuangkan oleh komunitas Gusdurian saja, melainkan harus bermitra dengan berbagai kalangan, baik kalangan atas maupun bawah. Kegiatan ini merupakan representasi dari harapan terwujudnya demokrasi prosedural yang baik dan berlandaskan keadilan sehingga nantinya dapat menghasilkan demokrasi substansial yang juga berlandaskan keadilan.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Gusdurian Bandung Jamiludin menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana sosialisasi kepada generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk bijak dalam memilih wakil rakyat, kepala daerah, maupun kepala negara. Sikap bijak memilih ini diwujudkan dengan menentukan pilihan kepada calon anggota legislatif (caleg), calon bupati (cabup), calon gubernur (cagub), dan calon presiden (capres) berdasarkan gagasan serta visi dan misi yang diusung.

“Tentu kegiatan ini diharapkan membawa generasi muda terpelajar untuk bijak memilih di tahun 2029 mendatang,” kata Jamiludin seusai kegiatan.

Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan ini menjadi upaya bersama antara Gusdurian Bandung dan KPU Provinsi Jawa Barat guna menciptakan atmosfer demokrasi yang benar-benar menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan dan penentu arah kebijakan, bukan sekadar ‘demokrasi seolah-olah’.

Emil Maula

Penggerak Komunitas GUSDURian Bandung.