Category:Sastra

Lampu Teplok di Ujung Pematang

Oleh: Warsono Abi Azzam KALAU musim rendheng datang, Banjarwaru selalu tercium sebelum terlihat: bau tanah basah, jerami lapuk, daun pisang kuyup, dan asap pawon bercampur. Melewati makadam dua kilometer dari aspal kabupaten yang retak, terhampar sawah dan kebun kelapa seperti orang tua kurus sedang tafakur.…

07 Sep 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Cermin Terakhir

Oleh: Uus Hasanah DI balik jendela, hujan turun sejak sore. Bau tanah basah masuk bersama angin yang sesekali menggoyang tirai kamar Bu Hasna. Setelah menyelesaikan doanya, Bu Hasna melipat mukena, kemudian ia mengajak Inara ke dapur. Bu Hasna tak pernah meleset soal waktu, dan saat…

04 Sep 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Melawan

Oleh: Saypulloh Mahpud DESA Sumberrejo terletak di lereng perbukitan Jawa Timur, di mana angin sore selalu membawa aroma tanah basah dan daun tebu yang bergoyang pelan. Rumah-rumah kayu dan tembok bata merah berdiri rapat di sepanjang jalan tanah yang berlubang-lubang. Sawah-sawah hijau membentang hingga kaki…

03 Sep 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Perjuangan

Oleh: Rihan Pratama TAMA baru saja menyelesaikan pendidikannya di Pondok Pesantren Sunan Drajad, Sragen. Di hari kelulusannya ia merasa senang sekaligus sedih karena harus berpisah dengan teman-teman yang telah hidup bersama layaknya keluarga. Setelah itu, Tama pulang ke rumahnya di pinggiran Jakarta. Ia tidak bingung…

01 Sep 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Satu Kursi untuk Ayah

Oleh: Quaneisha Azarine SIANG itu, cahaya datang menyusup melalui celah-celah jendela aula. Jatuh perlahan di lantai, memantul di kursi-kursi yang tersusun rapi, dan berhenti di wajah-wajah yang sedang berbahagia. Hari itu, segalanya tampak seperti lukisan yang nyaris sempurna, terang, hangat, dan penuh harapan. Di tengah…

30 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Es Lilin

Oleh: Poppy Trisnayanti DENGAN kaki sedikit gemetaran, anak lelaki sembilan tahun itu mendekati empat sebayanya yang sedang berjongkok dekat parit. Kedua saku celananya basah dan semakin dekat dengan keempat sebayanya itu ia makin tersenyum lebar. “Ssst.... Yohan.... Yohan....” bisik keempat sebayanya itu sambil saling menyikut…

29 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Panen Kesederhanaan

Oleh: Novei Ahdiyat ANGIN pagi membelai lembut, menggeser embun dari pucuk- pucuk daun padi yang baru melepaskan diri dari tanah. Upi, dengan cangkul usang di tangan, melangkah di pematang. Setiap ayunan cangkulnya bukan sekadar membalik tanah, melainkan sebuah doa, sebuah janji yang diucapkan tanpa suara.…

27 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Serambi yang Tak Pernah Sepi

Oleh: Mukhitul Azam LANGIT Kalisalak turun bersama dingin gunung. Tak jauh dari jalan provinsi, kendaraan melintas menyapu aspal basah sisa hujan sore. Sesekali, klakson bus menghentak tiba-tiba, membuat tanah bergetar, gelas berdenting, dan warga tersentak sejenak sebelum terpejam lagi. Namun, tiap hentakan datang, ada satu…

25 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Malam yang Disepakati

Oleh: Muhammad Hikmal Yazid SETIAP Kamis malam, desa ini seolah sengaja dilarutkan ke dalam asap. Bukan asap dapur yang malas keluar lewat celah genteng, tapi asap keyakinan yang tak pernah tuntas dibahas. Asap itu naik ke udara, lalu turun mengendap ke kepala orang-orang, menjelma menjadi…

24 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra

Mangkuk di Altar Debu

Oleh: Laurentius Mocca Christeven Babak I Di kota yang namanya telah terhapus dari peta ingatan, udara terasa tebal oleh debu semen dan aroma kepatuhan yang basi. Kalla duduk di balik meja kayu tua yang permukaannya telah terabrasi oleh waktu, memegang pena bulu yang gemetar seperti…

22 Aug 2026 5:00 WIB·by admingusdur· In Sastra