Author:Marleni Adiya

Humanisme Media sebagai Pembawa Pesan Berprespektif Gender

Salah satu ingatan tentang bulan puasa saat masa kecil adalah ceramah yang saya dengar melalui radio, salah satunya kisah Umar bin Khattab. Bahwa ada suatu riwayat yang mengisahkan saat beliau mengakhiri shalatnya dengan tangis yang tersedu-sedu. Ketika salah satu sahabat bertanya kenapa sampai seorang Umar…

29 Mar 2025 4:23 WIB·by Marleni Adiya· In Opini

Bayi-Bayi yang Lahir oleh Gerhana Bulan

Mendekati musim panen, hamparan sawah menguning tampak sendu di bawah sinar bulan. Sesekali angin bertiup menggoyangkan tangkai padi dengan bulir-bulir yang tampak seperti ronce mutiara. Aku menengadah ke langit, bulan bulat semu saga menyembul di antara awan yang berarak pelan.  Pemandangan itu kudapati selepas isya…

30 May 2024 7:12 WIB·by Marleni Adiya· In Sastra

Menakar Keberagaman Diri: Kita adalah Entitas yang Berbeda bagi Orang Lain

Sampai saya merefleksikan tentang pengalaman keberagaman, terutama terkait agama dan kepercayaan, saya merasa bahwa saya berasal dari lingkungan yang homogen. Kalimat serupa juga sering saya jumpai, bahwa keberagaman adalah sebuah entitas di luar dirinya. Setelah mengalami perjumpaan-perjumpaan dengan orang-orang yang berbeda, membaca dan melakukan diskusi…

04 Jan 2023 3:55 WIB·by Marleni Adiya· In Opini

Semoga Ayahku Tidak Terciduk

Aku melihat jam dinding. Pukul sebelas lebih dua puluh lima. Suara hujan disertai petir menggelegar, menggetarkan seluruh bagian dinding rumah. Listrik padam. Sesekali ruangan terang oleh kilat yang menyala. Kulirik Somad, adikku, tertidur pulas di pelukan ibu. Rasa kantuk sulit sekali datang. Petir membuatku takut. Tetapi, ketakutanku menunggu kabar ayah mengalahkannya. “Maryam, tidur,” ucap ibu…

08 Nov 2022 4:46 WIB·by Marleni Adiya· In Sastra