Author:Wartini Sumarno

Ketika Cinta Tidak Simetris

Di titik manakah cinta yang berjuang itu masih relevan dalam konteks feminisme, terutama untuk mendapatkan cinta yang timbal balik? Selama ini ada ketegangan antara dua konsepsi cinta yaitu cinta sebagai pemberian dan cinta sebagai relasi. Ketika cinta hanya dipahami sebagai kerelaan berkorban demi mendapatkan cinta,…

09 Oct 2026 9:00 WIB·by Wartini Sumarno· In Opini

Ketika Hukum Tak Lagi Buta

Selama ini hukum digambarkan sebagai sosok yang menutup mata agar semua orang diperlakukan dengan setara. Sosok perempuan dengan penutup mata itu dilambangkan sebagai dewi keadilan. Mata yang tertutup memberi simbol bahwa ia tak membedakan siapa yang berbuat. Namun, bagaimana jika hukum tak lagi menutup matanya?…

03 Oct 2026 9:00 WIB·by Wartini Sumarno· In Opini

Menelisik Letak ‘Kabinet Bayangan’ dalam Sistem Presidensial?

Meski Indonesia tidak menganut sistem pemisahan kekuasaan (Trias Politica) secara kaku, namun tetap menerapkan adanya pembagian kekuasaan berdasarkan fungsi kelembagaan seperti legislatif (kekuasaan untuk membuat undang-undang), eksekutif (kekuasaan untuk melaksanakan undang-undang) dan yudikatif (kekuasaan kehakiman). Konsekuensi Indonesia sebagai negara demokrasi yaitu menghendaki adanya keseimbangan antar…

16 Aug 2026 13:59 WIB·by Wartini Sumarno· In Opini

Merekonstruksi Memori Konstitusional

Baru satu tahun menjabat sebagai presiden, pada peringatan Hari Pahlawan, Presiden Prabowo mengangkat mantan mertuanya, Soeharto (Presiden ke-2 RI), sebagai pahlawan nasional (Kompas.com, 10/11/2025). Tidak hanya Soeharto yang diangkat sebagai pahlawan nasional, Marsinah, seorang aktivis buruh yang menjadi korban pelanggaran HAM berat tahun 1993, juga…

05 Jul 2026 3:03 WIB·by Wartini Sumarno· In Opini

Kartelisasi Partai Politik di Indonesia Pasca Pemilu

Pasca Orde Baru, Indonesia mengalami perubahan dalam penerapan sistem politik, perubahan itu mencakup adanya kebebasan berekspresi dan berserikat untuk mendirikan partai politik, ditandai dengan suburnya pertumbuhan partai politik. Pada awal Reformasi, ada 184 partai yang terbentuk dan bahkan pada Pemilu 2004, ada 200 parpol yang…

29 Jun 2026 7:23 WIB·by Wartini Sumarno· In Opini

Ketika Relawan menjadi Penjaga Kekuasaan

Saat ini kehadiran relawan dalam ruang politik telah berkembang menjadi gerakan kesukarelawanan, yang kemudian menjamur bahkan berubah menjadi mesin politik pemenangan pada setiap Pilpres, yang mana gerakan kesukarelawanan ini pada awalnya hanya dikenal sebagai bentuk gerakan sosial non-partisan. Secara umum, fenomena gerakan kesukarelawanan ini mulai…

25 Jun 2026 4:14 WIB·by Wartini Sumarno· In Opini

Menggadaikan Idealisme

Jika Gie masih hidup, mungkin dia akan kelelahan melihat kondisi negara hari ini yang tak pernah berubah, dari semenjak aksi 66 dengan Trituranya untuk menurunkan Sukarno, aksi 98 dengan tuntutan Reformasi untuk menurunkan Suharto, dan kini? Keadaan masih sama, hanya berganti rezim. Banyak aktivis 98…

14 Jun 2026 14:55 WIB·by Wartini Sumarno· In Opini

Janji Semu Pasal 65 UU TNI dan Mitos Kesetaraan di Hadapan Hukum

Kasus penganiayaan yang menewaskan seorang remaja berusia 15 tahun berinisial MHS yang dilakukan oleh anggota TNI divonis hanya 10 bulan penjara bahkan tanpa adanya pemecatan. Kemudian ada juga seorang jurnalis bernama Rico Pasaribu yang meninggal setelah rumahnya dibakar, pelakunya juga anggota militer. Lalu ada kasus…

05 Jun 2026 17:16 WIB·by Wartini Sumarno· In Opini

Ketika Angkutan Umum Menjadi Ruang yang Maskulin

Sebagai warga Pandeglang yang merantau di Kota Serang, semenjak dari masa kuliah hingga sekarang ketika sudah bekerja, saya memilih untuk ngekos, biasanya pulang seminggu sekali. Ada dua jenis angkutan umum yang memiliki jarak tempuh antar kota di Pandeglang, yaitu mobil jenis Elf yang sering disebut…

31 May 2026 17:40 WIB·by Wartini Sumarno· In Opini