Peristiwa

Menyongsong Muktamar NU ke-35: Menggagas Visi Kepemimpinan NU Prespektif Perempuan Lintas Generasi dan Agama

Menjelang perhelatan Muktamar NU ke-35, perbincangan mengenai arah kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU) menjadi semakin krusial. Saat ini dunia sedang berdiri di tengah kepungan polycrisis, mulai dari ketidakpastian geopolitik global, krisis iklim yang kian nyata, hingga disrupsi teknologi yang merombak tatanan sosial. Tantangan ini menegaskan bahwa suksesi kepemimpinan NU bukan sekadar agenda rutin untuk memilih siapa figur yang akan menduduki kursi kepengurusan. Lebih dari itu, Muktamar NU ke-35 adalah momen krusial untuk merumuskan visi kepemimpinan yang relevan, transformatif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Kepemimpinan NU di masa depan dituntut untuk memiliki kemandirian yang kokoh, keberanian moral dalam mengawal keadilan, serta keluwesan dalam merangkul dinamika lintas generasi. Kendati demikian, kepekaan terhadap perubahan zaman tersebut harus tetap berakar kuat pada marwah organisasi dan nilai-nilai spiritualitas Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja).

Dalam perdebatan mengenai arah baru organisasi keagamaan terbesar di dunia ini, suara dan perspektif perempuan menjadi pilar kunci yang tidak boleh terabaikan. Perempuan memiliki sudut pandang khas dalam membaca realitas sosial, mengevaluasi kebijakan, serta membayangkan sosok pemimpin yang pengayom, inklusif, dan responsif terhadap isu-isu kemanusiaan universal.

Visi Perempuan tentang Kepemimpinan NU

Bagaimana sebenarnya perempuan memandang dan mengimajinasikan sosok pemimpin NU masa depan? Kebutuhan akan ruang wacana yang inklusif mendorong hadirnya ruang dialog untuk membedah gagasan ini secara mendalam. Kepemimpinan NU tidak hanya dilihat dari kacamata internal warga nahdliyin, tetapi juga dari perspektif lintas generasi, lintas agama, bangsa, hingga respons terhadap keberlanjutan semesta.

Kepemimpinan NU yang ideal di mata perempuan adalah kepemimpinan yang mampu menghadirkan dialog konstruktif antara generasi senior dan muda, menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, serta berkomitmen menjaga perdamaian dunia dan kelestarian ekologis. Visi ini meletakkan prinsip-prinsip Islam rahmatan lil ‘alamin sebagai fondasi gerakan nyata dalam mengatasi ketimpangan sosial dan krisis lingkungan.

Diskusi Publik Lintas Perspektif

Untuk mengurai gagasan-gagasan strategis tersebut, publik diundang untuk bergabung dan berpartisipasi aktif dalam rangkaian diskusi interaktif melalui agenda Sarasehan Online. Forum ini dirancang sebagai ruang sumbang saran gagasan demi kemajuan jam’iyyah dan kebangsaan.

Detail Pelaksanaan Acara:

Hari/Tanggal: Rabu, 26 Agustus 2026

Waktu: Pukul 19.30 WIB – Selesai

Media: Virtual via Zoom Cloud Meetings

Akses Ruang Pertemuan Zoom: https://us02web.zoom.us/j/5198965056?pwd=MnXWy4TBunNbzwH87iWREMybZ7iIBs.1&omn=87517732292

ID Rapat: 519 896 5056

Kode Sandi: PemimpinNU

Sarasehan ini terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, akademisi, aktivis, mahasiswa, dan warga nahdliyin yang peduli pada masa depan kepemimpinan Islam Nusantara. Mari hadir, berdiskusi, dan menjadi bagian dari gagasan perubahan untuk NU yang lebih inklusif dan berdaya saing global.

admingusdur

Author at Kampung GUSDURian