Peristiwa

Keseruan Permainan Modern Kampoeng Sinaoe Meriahkan Festival Jagat

Jombang – Tak seperti hari-hari biasa yang dipenuhi aktivitas belajar anak usia dini, area TK Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, Jawa Timur, mendadak ramai oleh derap langkah para santri jenjang madrasah tsanawiyah (MTs) dan madrasah aliyah (MA) pada Sabtu (29/8/2026). Para santri antusias mengikuti sesi fun games yang menjadi salah satu rangkaian acara Festival Jagat.

Sesi yang dimulai pukul 09.30 WIB ini difasilitasi oleh Kampoeng Sinaoe, sebuah komunitas dan lembaga belajar nonformal berbasis pemberdayaan masyarakat asal Desa Siwalanpanji, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, yang telah berkiprah selama lebih dari 20 tahun.

Dalam Festival Jagat ini, Kampoeng Sinaoe sengaja menyajikan deretan permainan modern (modern games), meskipun di dalam poster acara tertera agenda permainan tradisional.

“Kami memilih permainan modern karena memprediksi fasilitator lain akan lebih banyak membawakan permainan tradisional. Mengenalkan permainan modern penting dilakukan agar rangkaian fun games ini terasa lebih beragam,” ujar anggota tim Kampoeng Sinaoe, Edwin Firmansyah.

Para santri diajak memainkan permainan ketangkasan bertajuk Mission X. Dalam permainan ini, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menyelesaikan misi beruntun di lima pos berbeda. Setiap kelompok diberi waktu sekitar 8–9 menit di tiap-tiap pos untuk memecahkan instruksi tantangan yang ada di dalam amplop.

“Lewat Mission X, kami ingin memberikan tantangan agar para peserta belajar bekerja sama dan memecahkan masalah dalam tim,” kata Edwin.

Sepanjang permainan, para santri beradu ketangkasan dan kekompakan agar dapat menuntaskan misi tepat waktu. Tim Kampoeng Sinaoe mendampingi dan mengarahkan jalannya permainan agar suasana tetap interaktif dan meriah.

Sesi permainan ini menjadi bagian dari ruang pembelajaran interaktif di Festival Jagat. Selain mengasah kerja sama tim dan pengenalan budaya, kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran dan nilai-nilai peduli lingkungan kepada generasi muda sejak dini.

Di sela-sela kegiatan, Edwin juga mengajak para peserta dan penggerak Gusdurian untuk berkunjung ke markas Kampoeng Sinaoe di Sidoarjo. 

“Di Sidoarjo, kami membuka ruang belajar inklusif yang mencakup bimbingan belajar, matematika, hingga kursus bahasa asing seperti bahasa Inggris, Arab, Mandarin, dan Jepang,” tuturnya. (SDH)

Hana Rusmalia

Penggerak GUSDURian Jogja