Peristiwa

GUSDURian Semarang dan SUARASA Galang Dana untuk Korban Bencana Flores

Semarang – Sebagai bentuk empati atas bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur, Gusdurian Semarang bersama komunitas mahasiswa baru UIN Walisongo (SUARASA) menggalang dana pada Sabtu (29/8/2026) di sepanjang lampu merah.

Aksi ini diikuti oleh sekitar 20 orang yang langsung turun ke jalan, tepatnya di lampu merah Jerakah dan Kalibanteng, Semarang.

Aksi ini terbentuk atas kesadaran dan rasa peduli sebagai sesama saudara sebangsa. Para mahasiswa yang kebanyakan adalah mahasiswa baru sangat solid dan bersemangat melakukan aksi penggalangan ini.

Mahardin selaku ketua SUARASA mengatakan, acara galang dana berjalan dengan lancar dan terasa ringan, penuh keceriaan.

”Seru sekali, di sini kami dapat melatih keberanian kami untuk turun ke jalan dan membantu sesama. Tentu saja karena kami sukarela melakukannya dan tulus dari hati,” ujarnya.

Ketua Gusdurian UIN Walisongo, Ibnu Ghifari, mengatakan bahwa uluran tangan kita sekecil apa pun sangatlah berarti bagi para korban bencana.

Pria yang biasa disapa Ibnu ini menambahkan bahwa dana yang terkumpul pada Sabtu (29/8/2026) di dua titik telah mencapai Rp1.385.000. Baginya, itu nominal yang cukup besar untuk sekali waktu galang dana.

”Alhamdulillah, pencapaian luar biasa, total kami dapat Rp1.385.000 dalam sekali waktu,” ungkapnya.

Peserta lain, Keisya Siti Nur Azizah, perwakilan maba dari SUARASA, menuturkan betapa berarti bantuan yang akan disalurkan nantinya.

”Yang bikin aku turun, karena tahu mereka (para korban bencana) butuh akan bantuan kita. Sekecil apa pun bantuan yang kita beri itu sangat berarti bagi mereka,” katanya.

Ia mengimbuhkan bahwa sebagai pemuda, kita mempunyai peran krusial dalam meringankan beban para penyintas bencana di Flores.

”Kita yang muda seharusnya menjadi relawan mereka, kita jadi salah satu harapan mereka untuk tetap bertahan, karena pada dasarnya prinsip manusia itu memanusiakan,” imbuh Keisya.

Aksi ini merupakan salah satu bentuk kesadaran bagi mahasiswa atas ilmu yang mereka peroleh dan juga untuk membuka pandangan mahasiswa lain terhadap kepekaan mereka pada sesama saudara.

Aksi galang dana ditutup dengan harapan bahwa bentuk kepedulian tidak berhenti pada satu titik, melainkan berkelanjutan dan dapat menumbuhkan kesadaran akan kondisi negara yang pilu pada mahasiswa dan masyarakat umum lainnya.

Uang yang terkumpul nantinya disalurkan melalui Gusdurian Peduli yang akan turun langsung ke Flores. (SDH)

Penulis: Muhammad Khoirul Maula (GUSDURian Semarang)

admingusdur

Author at Kampung GUSDURian