Peristiwa

GUSDURian Peduli Jangkau Kelompok Rentan Korban Gempa NTT dan Karhutla Pontianak

PONTIANAK – Rentetan krisis lingkungan dan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia kembali memantik solidaritas dari berbagai elemen masyarakat sipil. Sepanjang pekan kedua September 2026, Yayasan Jaringan GUSDURian Peduli bergerak serentak menyalurkan bantuan kemanusiaan di dua titik krisis yang berbeda: wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan darurat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pontianak, Kalimantan Barat.

Di NTT, GUSDURian Peduli merespons dampak pascagempa dengan menggandeng komunitas dan media lokal, FLORESA. Sinergi ini bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran dan mampu menembus tantangan geografis. Penyaluran bantuan tahap kedua ini difokuskan di Desa Wae Mowol dan Wae Kanata, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, yang berlangsung pada 12 hingga 13 September 2026.

Bantuan di wilayah Manggarai Barat ini secara khusus dialokasikan untuk kelompok rentan yang acap kali terpinggirkan atau kesulitan mengakses logistik di masa tanggap darurat bencana. Para penerima manfaat tersebut mencakup warga lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, ibu hamil, serta bayi berusia 0-12 bulan. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip inklusivitas dalam penanganan bencana, guna memastikan bahwa mereka yang memiliki risiko kesehatan dan mobilitas tertinggi mendapatkan prioritas utama pemenuhan kebutuhan dasar.

Sementara itu, di ujung pulau yang lain, kepulan asap karhutla yang menyelimuti Pontianak juga menjadi perhatian serius. Pada 9 September 2026, GUSDURian Peduli telah memberangkatkan paket bantuan kesehatan darurat yang terdiri dari masker, vitamin C, dan tabung oksigen portabel (Oxycan).

Kondisi kualitas udara yang memburuk akibat karhutla membuat pasokan alat pelindung pernapasan dan suplemen daya tahan tubuh menjadi kebutuhan vital bagi warga setempat. Bantuan logistik medis ini langsung didistribusikan kepada masyarakat yang paling membutuhkan oleh para penggerak jaringan GUSDURian Pontianak di akar rumput. Kehadiran relawan di lapangan berupaya memitigasi dampak Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang kerap mengancam warga ketika kabut asap pekat melanda rutinitas harian mereka.

Rangkaian aksi kemanusiaan di dua pulau ini merupakan wujud nyata dari nilai-nilai kemanusiaan tanpa sekat yang diwariskan oleh K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Meski demikian, langkah kolektif ini tidak bisa berhenti di sini. Proses pemulihan pascagempa di NTT maupun penanganan krisis kesehatan akibat karhutla di Pontianak masih membutuhkan napas panjang dan dukungan lintas sektor.

Jalan panjang kemanusiaan ini masih sangat membutuhkan uluran tangan dari seluruh elemen masyarakat. GUSDURian Peduli mengajak publik untuk terus merawat kepedulian bagi sesama. Masyarakat yang ingin berkontribusi untuk memperluas jangkauan bantuan dapat menyalurkan donasi terbaiknya melalui rekening BCA 8610603999 atas nama Yayasan Jaringan GUSDURian Peduli.

Di tengah duka akibat bencana, mari bersama-sama merajut solidaritas untuk menghadirkan harapan baru bagi mereka yang tengah berjuang memulihkan kehidupannya. (SDH)

admingusdur

Author at Kampung GUSDURian