CIPUTAT – Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) 2026 telah usai digelar oleh komunitas GUSDURian Ciputat. Agenda diselenggarakan di El-Bukhari Institute, Ciputat Timur, Tangerang Selatan pada Sabtu (26/9/2026).
KPG berlangsung sejak pagi hingga menjelang tenggelamnya matahari. Kelas dimulai dengan bina suasana alias perkenalan antara sesama peserta maupun fasilitator yang dilanjutkan dengan sesi-sesi pengenalan dasar-dasar pembentukan pemikiran Gus Dur. Tak luput, dikemukakan pula ruang-ruang yang menjadi panggung bagi pergerakan dan perjuangannya.
KPG tersebut diikuti oleh sebanyak 14 peserta dari berbagai kampus di Ciputat dan sekitarnya seperti UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Indonesia (UI), Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) dan sejumlah instansi lainnya.
Salah satu peserta dari Unusia Jakarta, Daffa Al-Syakib, merasa tidak puas dengan durasi pelaksanaan kelas. Sebab menurutnya, durasi kelas yang memakan waktu sekitar 10 jam relatif singkat untuk pembahasan yang meliputi gagasan dan pergerakan Gus Dur mulai dari fase pembentukan, pengembangan hingga kebijakan.
“Banyak wawasan baru yang saya dapatkan dari pertemuan ini terutama soal bagaimana Gus Dur membaca agama, sosial-budaya di Indonesia. Mungkin nanti perlu dibahas lagi pada pertemuan-pertemuan selanjutnya,” ujarnya dalam sesi refleksi disambut anggukan sejumlah peserta lainnya.
Sejalan, salah satu panitia Nurul Anwar mengatakan perlunya tindak lanjut dari setiap peserta pasca mengikuti KPG. Ia mengajak peserta untuk mengembangkan pengalaman yang mereka dapatkan selama mengikuti kelas melalui rencana aksi.
“Kita jangan cukup dan berhenti di activity based saja, tapi ada hal yang jauh lebih penting berupa outcome based. Bagaimana dan apa capaian-capaian perubahan yang hendak kita kejar. Entah nilai, prinsip atau gagasan-gagasan lainnya,” ajak panitia yang akrab disapa Gatot itu.
Ia pun menegaskan bahwa cita-cita atau harapan dapat terwujud manakala ditempuh secara berkala dengan berbagai usaha. Tidak melulu harus diukur dengan keterlibatan jumlah masa, melainkan diawali dengan komitmen personal untuk belajar dan berbagi kepada lingkungan sekitar.
“Memulainya tidak harus dari sesuatu yang besar, kecil-kecilan saja. Bawa itu, ke mana tempat dan waktu yang akan teman-teman singgahi nanti,” tutur Anwar saat sesi Rencana Aksi.
Untuk diketahui, Gusdurian Ciputat telah menyusun jadwal Tadarus Pemikiran Gus Dur sebagai rencana aksi yang akan dimulai pada Sabtu, 12 Oktober 2026 mendatang. Agenda akan dilakukan secara rutin 2 minggu sekali sesuai tema yang sudah ditentukan. Agenda tersebut digawangi oleh dua fasilitator utama KPG tahun ini yakni Althaaf Artasasmita dan Rafi Sofyan. (SDH)