Social Media

Author: Sarjoko

HomeSarjoko
Sarjoko

Sarjoko

GUSDURian. Aktif menulis di berbagai media daring.

Pesawat saya landing di Bandara Vaclav Havel pada pukul 12.30 waktu setempat. Saya disambut dengan hawa dingin yang langsung menusuk. Padahal saya sudah menggunakan jaket yang sangat tebal. Ketika melihat layar di ponsel, suhu di sekitar Kota Praha mencapai 0° celsius! Pantas saja. Akhir November 2023 itu cuaca sebenarnya cukup cerah. Matahari masih terlihat meski …

by View all posts

Saya bergabung dengan Jaringan GUSDURian pada 2013 silam melalui Sekolah Pemikiran Gus Dur (kini bernama Kelas Pemikiran Gus Dur). Agenda tersebut diadakan oleh Jaringan GUSDURian dan LKiS. Sejujurnya, saya tertarik ikut acara yang dibatasi 30 peserta ini karena logo LKiS yang sangat familiar. Sementara GUSDURian? Saya belum pernah mendengarnya. Awal keterlibatan saya di kelas ini …

by View all posts

Sultan Hadiwijaya alias Jaka Tingkir si Raja Jawa menjanjikan hadiah kepada siapa saja yang berhasil mengalahkan Arya Penangsang, adipati Jipang Panolan yang mengklaim paling berhak atas tahta Demak Bintara. Bagi Arya Penangsang, Jaka Tingkir yang "hanya" menantu sultan Trenggana tidak memiliki hak untuk mewarisi tahta. Hadiah yang dijanjikan itu berupa sebuah kadipaten bernama Pati di …

by View all posts

Hampir saban hari saya menemukan tweet berantai yang diawali dengan 'Twitter, please do your magic!', atau diakhiri dengan 'A thread', dan kalimat-kalimat sejenisnya. Berbagai topik dibicarakan, mulai tips membuat makanan, informasi orang hilang, hingga pengungkapan kasus-kasus tertentu. Salah satu perbincangan yang kerap diungkap melalui thread adalah dugaan kekerasan seksual. Kebanyakan akun-akun yang mengangkat kasus tersebut …

by View all posts

Untuk guruku, guru semua orang… Yang kini terngiang di benakku justru gelak tawa dan canda beliau, saat para pelayat yang lain sibuk dengan air matanya. Tapi aku sama sekali tak berbeda dengan para pelayat lain yang terus menangis, meratapi kepergiannya yang tak terduga. Teringat pagi tadi, bakda subuh, sebuah pesan masuk di hapeku dari nomor …

by View all posts

Saya masih ingat betapa hype-nya anak-anak pesantren mahasiswa saat nonton Debat Capres 2014. Di pesantren berbasis NU itu, kami terbelah. Sebagian mendukung Prabowo, sebagian lagi mendukung Jokowi. Circa 2019, kubu Prabowo dan Jokowi kembali memanas. Musababnya, keduanya mendaftar lagi jadi capres. Ada banyak momen betapa kami sangat meng-NU-kan para capres. Kami mengamati dari hal-hal yang …

by View all posts

"Are you a moslem?" tanya seorang chef di restoran tempat saya menginap, ketika saya meminta telor ceplok sebagai menu sarapan. Saat itu saya mengenakan sarung dan kemeja lengan panjang yang masih saya kenakan sejak menunaikan salat subuh. Sontak saya langsung mengangguk dan bertanya balik, bagaimana dia bisa menebak demikian? Ternyata sarung inilah yang membuatnya yakin …

by View all posts

Beberapa hari lalu saya menghadiri sebuah pertemuan di county (setingkat kabupaten) Kwale, bagian dari regional Coast, Kenya. Kenya merupakan sebuah negara di Afrika Timur yang berpenduduk lebih dari 40 juta jiwa. Dari segi keberagamaan, 80% penduduk Kenya menganut Kristiani. Sekitar 10% memeluk Islam, dan lainnya adalah pemeluk agama Hindu dan agama lokal. Kwale merupakan salah …

by View all posts

Beberapa waktu terakhir saya terlibat dalam kampanye narasi keislaman-keindonesiaan. Narasi ini terus disosialisasikan agar masyarakat terutama para pemuda tidak melepaskan identitasnya sebagai warga negara. Mula-mula pertanyaan yang saya munculkan adalah: kita ini orang Indonesia yang beragama Islam, atau orang Islam yang kebetulan tinggal di Indonesia? Jawaban atas pertanyaan ini menentukan cara pandang kita dalam memahami …

by View all posts

Sebelum nge-judge ke mana-mana, pihak yang ‘menggoreng’ isu pemaksaan siswi non-muslim untuk berjilbab lebih baik menelaah kasus ini lebih dalam. Belum lama ini seorang siswi non-muslim di Padang diminta untuk berjilbab karena menjadi aturan tertulis sekolahnya, sebuah sekolah kejuruan yang berstempel negeri. Ibu siswi tersebut menolak karena menganggap bahwa anaknya tidak menganut agama Islam. Mengapa harus menggunakan …

by View all posts
  • 1
  • 2