Peristiwa

GUSDURian Semarang Hadirkan Ruang Bercerita di Festival Jagat

Jombang – Festival Jagat digelar pada Sabtu-Minggu, 29-30 Agustus 2026, di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang.

Festival Jagat adalah kepanjangan dari Jejaring Agama untuk Gerakan Alam dan Toleransi. Acara yang berlangsung selama dua hari ini mengangkat tema Agama untuk Semesta.

Dengan mempertemukan jejaring lintas agama dan kepercayaan serta organisasi masyarakat sipil terhadap isu lingkungan dan keadilan sosial-ekologi, Festival Jagat terlaksana dalam beberapa rangkaian acara, seperti Majelis Keadilan Ekologi, Panggung Jagat, bakti sosial, Fun Games, dan Kelas Ekologi.

Salah satu komunitas yang turut hadir adalah Gusdurian Semarang dengan membawa pembelajaran Fun Games yang diadaptasi dari program binaannya, yakni Griya Belajar.

Solikhatun Khasanah selaku penggerak menuturkan, pada kelas Fun Games, Gusdurian Semarang membawa warna pembelajaran ruang bercerita yang menggali kepercayaan dan keterbukaan para murid.

”Kami tadi membuka dengan check-in pertanyaan, salah satu budaya komunitas kami. Kami ingin mengajak murid lebih percaya diri dan terbuka memberikan ide dan pengalamannya,” tuturnya.

Ia mencoba menghubungkan makna permainan congklak dalam pembelajaran karakter anak ataupun proses alam pada permainan puzzle.

”Kami ingin mendorong nalar berpikir murid mengenai makna yang lebih esensial di permainan congklak, seperti kesabaran dan membuat strategi. Atau bagaimana proses alam memengaruhi kehidupan atau kemungkinan yang terjadi jika keseimbangan terganggu,” tambah Ana, sapaannya.

Perwakilan lain, yakni Sri Pujiati selaku Presidium Gusdurian Semarang, menjelaskan bahwa kelas Fun Games mengadaptasi pembelajaran yang sudah dilakukan di Griya Belajar, program binaan Gusdurian Semarang di Tambakrejo.

”Di Fun Games ini Gusdurian Semarang membawa pembelajaran dari Griya Belajar, seperti pengenalan 9 Nilai Utama Gus Dur, pembelajaran ekologi, serta bermain permainan tradisional bersama,” jelasnya.

Ia juga banyak melakukan evaluasi selama dua hari pembelajaran mengenai hal yang perlu dilakukan pada hari kedua.

Day 1 itu bikin kita banyak evaluasi untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan siswanya. Baru waktu Day 2 itu pecah dan seru, anaknya aktif dan mau diajak kerja sama. Overall seru sekali,” lanjutnya.

Salah satu murid, Kia, murid kelas 11, mengatakan ia banyak belajar mengenai hal-hal baru selama di kelas Fun Games Gusdurian Semarang.

”Kami belajar permainan tradisional congklak, puzzle, atau ice breaking yang membuat kelas semakin hidup. Pokoknya seru banget, terima kasih kakak-kakak,” ujarnya penuh antusias.

Pada akhir sesi, para peserta melakukan check-out dengan menulis kesan dan pesan selama pembelajaran untuk kemudian ditempelkan di papan tulis.

Solikhatun Khasanah

Penggerak Komunitas GUSDURian Semarang, Jawa Tengah.