Barangkali laku hidup Gus Dur dalam konteks kemanusiaan sudah sangat populer. Namun, esai Gus Dur berjudul “Kematian Seorang Pangeran” (Wahid, 2024:33) membawa saya pada ruang reflektif, bahwa Gus Dur adalah orang yang tak begitu saja terbentuk sebagai seorang humanis. Pangeran dalam esai tersebut adalah Pangeran Papak atau Mbah Papak, yang ditemuinya di Grajagan, Banyuwangi, tepatnya …



