Dalam semangat perkuatan demokrasi, Jaringan GUSDURian Jawa Tengah-DIY telah sukses menggelar Forum Demokrasi dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada tanggal 13-14 Januari 2024, di Balai Diklat BKK, Pusat Pelatihan Provinsi Jawa Tengah, Semarang.
Tema utama acara ini adalah “Meneguhkan Peran Masyarakat Sipil dalam Mendorong Pemilu yang Jujur, Adil, Damai, dan Bermartabat.” Dalam konteks ini, Jay Ahmad selaku Koordinator Umum GARDU Pemilu GUSDURian, menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat akan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang bertanggung jawab, terutama dalam menghadapi potensi-potensi kecurangan yang masih menjadi tantangan dalam penyelenggaraan pemilu saat ini.
Panelis Forum Demokrasi yang terdiri atas Muhammad Rofiuddin (Komisioner BAWASLU Provinsi Jawa Tengah), Taslim Syahlan (Ketua FKUB Provinsi Jawa Tengah), Muslim Aisha (Komisioner KPU Provinsi Jawa Tengah), dan Wiwin Siti Aminah Rohmawati (Dewan Pengarah Gardu Pemilu GUSDURian), memberikan perspektif mendalam pada pembahasan menyeluruh mengenai penguatan proses demokrasi di tengah potensi-potensi kecurangan yang perlu diwaspadai.
Aspek penting dalam acara ini adalah partisipasi 24 komunitas dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah dan DIY, bersama dengan jejaring lintas iman di Jawa Tengah. Kehadiran yang beragam ini menegaskan komitmen untuk membangun kolaborasi dan pemahaman di antara komunitas yang berbeda, menciptakan kesatuan dalam mendukung prinsip demokrasi.

Di pusat, inisiatif Jaringan GUSDURian adalah melalui gerakan Gardu Pemilu, yaitu sebuah upaya pemantauan (monitoring) pemilu yang mapan dengan 69 titik pemantauan yang terletak secara strategis di seluruh wilayah. Gerakan ini melibatkan tiga kegiatan utama: kampanye dan edukasi demokrasi, konsolidasi jejaring dengan fokus yang sama, dan pemantauan seluruh proses pemilu sepanjang tahun 2024.
Sementara itu, Rakerwil Jaringan GUSDURian Jateng-DIY menjadi momen krusial dalam mengkonsolidasikan upaya para pengiat pemantauan pemilu di wilayah Jawa Tengah, dengan fokus khusus pada identifikasi dan pencegahan potensi kecurangan dalam sistem demokrasi yang sedang berjalan. Dengan dihadiri oleh 24 komunitas GUSDURian dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan DIY, acara ini bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi dan koordinasi, memastikan jalannya proses pemilu yang jujur, adil, damai dan bermartabat pada tahun 2024.