Author:Muhammad Fiam Setyawan

Berkaca dari Humor Gus Dur

Belakangan ini, komedi justru menjadi perkara serius. Panggung komedi berubah menjadi ruang yang rawan dilaporkan, dan tawa pelan-pelan digantikan oleh ketersinggungan kolektif. Ironisnya, semua ini terjadi di ruang publik yang mengaku demokratis. Komedi, yang seharusnya menjadi medium kritik paling ringan, kini diperlakukan seolah ancaman yang…

15 Jan 2026 7:28 WIB·by Muhammad Fiam Setyawan· In Opini

Gus Dur, Sang Pendekar Rakyat dalam Nada dan Ingatan

Enam belas tahun telah berlalu sejak Abdurrahman Wahid—Gus Dur—meninggalkan dunia. Namun namanya tidak pernah benar-benar pergi. Ia tetap hidup, bukan hanya dalam buku sejarah, tetapi dalam ingatan kolektif bangsa: dalam kutipan yang terus beredar, dalam perbincangan lintas generasi, dan dalam praktik nilai yang berusaha dirawat…

12 Jan 2026 6:28 WIB·by Muhammad Fiam Setyawan· In Opini

Belajar Meminta Maaf dari Gus Dur

Maaf adalah salah satu kata dasar dalam etika sosial manusia. Ia termasuk dalam tiga ungkapan dasar yang lazim diajarkan sejak dini—tolong, terima kasih, dan maaf—sebagai fondasi relasi sosial yang sehat. Namun, ketika memasuki usia dewasa dan memiliki kuasa, justru kata ini sering kali sulit diucapkan.…

29 Dec 2025 7:10 WIB·by Muhammad Fiam Setyawan· In Opini

Etika Berpolitik Gus Dur

Dalam sejarah politik Indonesia, sedikit sekali tokoh yang meninggalkan jejak moral setegas Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia tidak hanya dikenal sebagai presiden, pemimpin NU, atau cendekiawan Muslim; lebih jauh dari itu, Gus Dur adalah representasi langka dari etika politik yang tidak lekang ditelan rezim,…

23 Dec 2025 7:37 WIB·by Muhammad Fiam Setyawan· In Opini