BONE BOLANGO – Komunitas GUSDURian Bone Bolango turut andil melakukan advokasi terkait isu daerah Kabupaten Bone Bolango yaitu akses jalan di Kecamatan Pinogu. Usut punya usut, kondisi jalan di sana rusak parah sepanjang 40 kilometer.
“Kami GUSDURian Bone Bolango turut andil dalam hal isu-isu daerah terutama soal pembangunan daerah,” kata Koordinator Jaringan GUSDURian Bone Bolango Rahwandi Botutihe Senin (8/9/2025).
“Apalagi sekarang yang viral di media sosial akses jalan rusak di Kecamatan Pinogu dan informasinya belum tersentuh belum lagi panjang jalan itu sekitar 40 kilometer,” tambahnya.
Rahwandi menjelaskan Kecamatan Pinogu itu merupakan kampung pertama di Kabupaten Bone Bolango. Pihaknya mendorong pemerintah untuk segera membangun akses jalan Pinogu.
“Kita tahu bersama bahwa Kecamatan Pinogu adalah kampung pertama di Kabupaten Bone Bolango kalau tidak salah. Maka kami mendorong pemerintah segera membangun akses jalan Kecamatan Pinogu,” ungkap Rahwandi.
Rahwandi juga mengingatkan pemerintah Kabupaten Bone Bolango terkait keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, pihaknya menilai sila kelima soal keadilan itu tidak dijalankan oleh pemerintah daerah soal pembangunan jalan yang merata.
“Seharusnya pemerintah daerah bergerak bangun jalan di sana. Kita tahu bersama bagaimana sila kelima sudah menyatakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jangan ada pilih kasih dalam hal pembangunan daerah,” katanya.
Dia pun berharap pemerintah daerah secepatnya memperbaiki akses jalan di Pinogu. Pihaknya pun akan terus mengadvokasi semua masalah yang ada di Kabupaten Bone Bolango.
“Harapan kami pemerintah daerah harus cepat memperbaiki akses jalan di Kecamatan Pinogu. Jangan nanti viral di media sosial baru bergerak sesekali Bupati dan Wakil Bupati turun langsung lihat langsung di Pinogu supaya bisa merasakan bagaimana penderitaan rakyat Pinogu terutama akses jalan.
Dilansir dari detikcom, viral di media sosial jenazah tukang ojek bernama Munandar Samania (23) di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, dibonceng motor. Korban meninggal di rumah sakit namun kondisi jalan menuju rumah duka rusak parah hingga jenazah dibonceng menggunakan motor.
“Iya, (jenazah) itu diangkut pakai motor ojek dari Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur sampai Desa Tilonggibila, Kecamatan Pinogu,” ujar Kepala Desa Tilonggibila Max Lagibu kepada detikcom, Sabtu (23/8/2025).
Dia mengungkapkan akses jalan ke desa tersebut hanya bisa dilalui sepeda motor. Jenazah tukang ojek itu dibonceng motor sejauh 49 kilometer dari kota Kecamatan Pinogu sampai ke rumah duka di Desa Tilonggibila.
“Ya, dengan keadaan jalan yang rusak masih seperti itu dan akses jalan transportasinya hanya motor. Sekitar 49 sampai 50 kilometer sampai ke lokasi dan ada beberapa sungai kecil di lewati sebanyak 4 sungai kecil,” jelasnya.
“Kami di sini Kecamatan Pinogu, kalau ada hal-hal seperti orang sakit atau apa kebersamaan itu masih kuat bahkan dikawal sampai 20 motor ojek yang ada di sini yang kawal jenazah atau orang sakit. Masyarakat Pinogu akan merasa terpanggil dengan keadaan seperti ini,” tambahnya.









