Haul Gus Dur di Bekasi Angkat Tema Kesadaran Ekologi dan Kemanusiaan

Komunitas GUSDURian Bekasi menggelar peringatan haul untuk mengenang pemikiran dan keteladanan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada Sabtu (14/2/2026) di Masjid Ekologis Al-Munawwaroh, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi mengusung refleksi nilai-nilai Gus Dur dengan pendekatan kesadaran ekologi dan kemanusiaan.

Dalam refleksinya Pengasuh Pesantren Motivasi Indonesia (PMI), Bekasi, KH Nurul Huda Haem menyampaikan bahwa di tengah-tengah krisis lingkungan yang terus berulang, nilai tauhid, kebebasan, dan akhlak menjadi pondasi penting dalam merumuskan ulang relasi manusia dengan alam.

Ayah Enha, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa Gus Dur pernah menjelaskan konsep ekosufisme sebagai cara memandang persoalan ekologis dengan basis akhlak, karena tanpa akhlak manusia akan kehilangan nilai kemanusiaannya.

“Gus Dur pernah melontarkan tentang ekosufisme bagaimana memandang ekologis di dunia, basisnya adalah akhlak, tanpa akhlak orang tidak kemanusiaan,” ungkapnya.  

Ketua DKM Masjid Ekologis Al-Munawwaroh, Ustadz Miqdad juga mengatakan bahwa saat ini masyarakat hidup di masa yang menuntut kesadaran ekologis tinggi. 

Menurutnya, menghidupkan kembali cara pandang Gus Dur tentang kemanusiaan dan kesederhanaan berarti mengaktualisasikan tanggung jawab moral terhadap lingkungan.

“Kita hidup di masa yang menuntut kesadaran ekologis tinggi. Menghidupkan kembali cara pandang Gus Dur tentang kemanusiaan dan kesederhanaan berarti mengaktualisasikan tanggung jawab moral terhadap lingkungan”, ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa masjid atau rumah ibadah sebagai jantung kesadaran umat harus mengambil peran utama dalam menyuarakan sekaligus melakukan perubahan nyata, mulai dari pengelolaan air, sampah, penghijauan, hingga pengorganisasian kesadaran ekologis umat.

“Masjid sebagai jantung kesadaran umat mesti mengambil peran utama dalam menyuarakan dan melakukan perubahan nyata mulai dari pengelolaan air, sampah, penghijauan hingga pengorganisasian kesadaran ekologis umat”, tandasnya.

Dalam rangkaian acara haul tersebut, GUSDURian Bekasi juga membagikan 250 bibit pohon sebagai pengganti souvenir kegiatan. Langkah ini menjadi bentuk komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk ikut merawat bumi, sejalan dengan nilai-nilai yang diwariskan oleh Abdurrahman Wahid.

Kegiatan ini turut dimeriahkan oleh berbagai penampilan seni dan budaya, di antaranya pertunjukan dari seniman GUSDURian Bekasi, Varid Putra Mbah Surip, grup marawis Majlis Ta’lim Al-Mu’minat, serta deklamasi puisi oleh Aru Elgete yang membawakan karya berjudul “Surat Cinta untuk Gus Dur”.

Penggerak Komunitas GUSDURian Bekasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *