Shinta Nuriyah Ungkap Alasan Istiqomah Sahur dan Buka Bersama Masyarakat Lintas Iman

Istri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid, Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Ibu Shinta, menghadiri kegiatan buka puasa lintas iman di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Buka puasa dihadiri ratusan orang dari berbagai latar belakang dan profesi. Dari tokoh lintas agama hingga kaum duafa memeriahkan acara buka bersama yang diadakan GUSDURian Sidoarjo, Jumat (27/2). Tanpa sekat, semua hadir dengan semangat kebersamaan dan kerukunan bangsa.

Sahur dan buka bersama sendiri telah istiqomah berjalan semenjak KH. Abdurrahman Wahid menjabat sebagai Presiden ke-4 RI, artinya dua dekade lebih gelaran ini berlangsung.

Sahur merupakan pintu awal untuk memastikan diri dalam melakukan ibadah puasa. Ibu Shinta menyebut ajakan sahur bersama adalah wujud komitmen kita dalam beribadah.

“Mengajak sahur berarti mengajak untuk beribadah, karena di dalam sahur ada niat yang tulus untuk kuat dalam beribadah,” ujarnya.

“Buka bersama juga wujud ibadah yang sama, sama berkomitmen untuk berpuasa di hari esok. Karena niat puasa sejatinya boleh dilaksanakan setelah matahari terbenam,” tambahnya.

Ibu Shinta mengingatkan agar senantiasa membangun solidaritas kemanusiaan, mengajak sahur dan buka bersama adalah wujud solidaritas kelas atas dan bawah.

Lebih lanjut, Ibu Shinta menyebut bahwa keberagaman bangsa teruslah dijaga dan mengingatkan bahwa kekuasaan adalah jalan kemaslahatan.

“Silakan berdemokrasi dengan baik dan santun. Pergunakan kursi kekuasaan untuk kemajuan dan kemaslahatan rakyat, tidak untuk memecah belah kesatuan dan persatuan umat,” imbuhnys.

Tak luput, ia mengungkap bahwa esensi berpuasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga. “Puasa itu tidak hanya melakukan ritual formalistik belaka, akan tetapi merupakan ibadah revolusioner untuk memperkuat keberagaman suku, agama, ras dan budaya dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika,” ungkapnya

“Bantulah saudara-saudara kita agar bisa menjalankan ibadah sahur dan buka karena ini menjadi wujud rasa saling menghormati dalam kemanusiaan,” pungkasnya.

Acara buka bersama ini ditutup dengan menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa dan Padamu Negeri, serta lantunan syair munajat Abu Nawas yang sering Gus Dur lantunkan dalam setiap akhir kegiatan.

Penggerak Komunitas GUSDURian Pasuruan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *