Sinau Bareng Gusdurian (SIBAGUS) menggelar kegiatan Safari Ramadan di Rumah Bersama Kemanusiaan Gusdurian Pare. Safari Ramadan ini berlangsung sejak awal bulan suci Ramadan setiap sore bakda Asar.
Kegiatan ini menyoroti anak-anak yang berada di lingkungan wilayah zona merah pare, Pasar Loak Pujasera dan sekitarnya — yang rentan dengan pergaulan bebas, kriminalitas, dan berdampak negatif untuk anak-anak—terlebih di bulan Ramadan yang sangat mulia.
Safari Ramadan adalah salah satu kegiatan SIBAGUS yang diinisiasi oleh Kang Soleh, salah satu Relawan aktif sekaligus Ustadz di RBK Gusdurian. Kegiatan ini diisi dengan mengaji iqra’, belajar tajwid, akidah akhlak, dan praktik fikih dasar.
Jumlah anak-anak yang mengikuti kegiatan safari Ramadan ini tidak tetap setiap harinya. Ada hari dimana anak-anak sangat ramai dan bersemangat untuk mengaji, dan kadang kala ada saatnya hanya beberapa anak saja. Namun, hal tersebut tidak menggoyahkan semangat relawan SIBAGUS dalam mengisi Safari Ramadan ini.
“Namanya anak-anak, kalau sedang ramai ya jumlahnya sampai sekitar 12 orang dan saya sendiri kewalahan. Tapi kadang juga cuma 5 orang. Tapi ya tetap saja saya berangkat dari rumah niat mengisi ngaji bersama anak-anak gitu. Mau berapapun yang mengaji saya niat berangkat. Mumpung sedang bulan Ramadan juga kan, diniatin ibadah aja semuanya cari keberkahan”, ujar Kang Soleh.
“Cah cah iku nek akeh koncone yo podo ruwame, tapi nek ga enek koncone yo suwepi. Jenenge wae cah cah. Enek seng poso, enek seng ga poso. Pas sepi enek seng alesane ngabuburit lah sembarang-barang cah cah cilik i (Anak-anak itu kalau temannya banyak ya ramai yang berangkat, tapi kalau temannya tidak ada ya sepi. Namanya juga anak kecil. Ada yang berpuasa, ada yang tidak berpuasa. Ketika sepi begitu alasannya ada yang lagi ngabuburit dan lain-lainnya)”, ujar Titin, Relawan Rumah Bersama Kemanusiaan GUSDURian.
Pasar Loak Pujasera Pare memang sudah lama dikenal dengan wilayah zona merah. Hal ini dilatarbelakangi tingginya angka kriminalitas, perkelahian, perjudian, konsumsi minuman keras, dan pergaulan bebas di wilayah ini. Sehingga, hadirnya Safari Ramadan SIBAGUS Journey di Rumah Bersama Kemanusiaan GUSDURian adalah upaya untuk melindungi dan mewadahi anak anak dari berbagai dampak negatif aktivitas tersebut.
Anak-anak yang mengikuti kegiatan ini berasal dari lingkungan sekitar Pasar Loak Pujasera dan RBK Gusdurian sendiri. Antusiasme mereka dalam kegiatan Safari Ramadan ini menggambarkan adanya harapan generasi masa depan yang cerah meskipun lahir di lingkungan wilayah zona merah.
Semoga kegiatan positif seperti ini terus menjadi daya tarik yang diminati oleh anak-anak. Sehingga dapat menyelamatkan mereka dari pergaulan bebas yang tidak terarah.









