Jaringan GUSDURian Mengutuk Serangan Terhadap Aktivis Pro Demokrasi

Demokrasi di Indonesia tengah dalam bahaya. Kamis, 12 Maret 2026 menjelang tengah malam Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal. Andrie baru saja melakukan perjalanan pulang setelah menuntaskan rekaman siniar (podcast) di kantor YLBHI berjudul “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.

Tindakan biadab ini dilakukan pada saat bangsa Indonesia berada dalam situasi sulit karena gejolak politik global yang berimbas pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Dalam situasi seperti ini membutuhkan kekuatan bersama dalam persatuan. Tindakan ini justru memecah belah masyarakat.

Andrie Yunus merupakan seorang aktivis yang begitu vokal menyuarakan penolakan terhadap kembalinya militerisme di ruang sipil. Ia pernah melakukan penggerebekan saat RUU TNI dibahas secara sembunyi-sembunyi oleh DPR RI di hotel. Andrie juga menjadi saksi ahli gugatan terhadap RUU TNI yang berpotensi membuat peran militer semakin kuat di era pemerintahan Prabowo. Selain itu, Andrie menjadi tim pencari fakta kasus penculikan dan penangkapan aktivis pada demonstrasi Agustus 2025.

Kiprah Andrie Yunus dalam memperjuangkan demokrasi dan supremasi sipil ini diduga menjadi penyebab dirinya mendapat teror. Kasus ini seolah menjadi peringatan bagi kelompok masyarakat sipil agar bungkam terhadap kesewenang-wenangan penguasa. Padahal saat ini Indonesia tengah mengalami ancaman serius mengenai penyempitan ruang sipil dan kembalinya militer dalam sendi-sendi kehidupan seperti di masa Orde Baru. 

Jaringan GUSDURian sebagai kelompok masyarakat sipil yang berkomitmen melanjutkan nilai, pemikiran, dan keteladanan Gus Dur melihat peristiwa yang dialami oleh Andrie Yunus bukan sekadar kasus acak (random), namun sudah direncanakan dengan sangat matang. Oleh karenanya Jaringan GUSDURian menyatakan sikap sebagai berikut

  1. Mengutuk keras serangan dan teror kepada Andrie Yunus. Teror terhadap masyarakat terutama menggunakan cara-cara kekerasan merupakan bentuk pembungkaman terhadap kritik dan kebebasan berpendapat.
  2. Mendesak Presiden RI untuk menjamin kebebasan berpendapat dan melindungi setiap warga negara dari berbagai bentuk ancaman dengan mengungkap tuntas kasus ini sesuai prinsip keadilan. Membiarkan pembungkaman kebebasan berpendapat apalagi dengan kekerasan akan semakin menyempitkan ruang demokrasi di Indonesia.
  3. Menuntut aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini hingga menemukan aktor utamanya, serta menghukum yang bersangkutan dengan dengan proses yang transparan dan memenuhi rasa keadilan.
  4. Mengajak segenap elemen masyarakat untuk terus mengawal kasus ini karena sesungguhnya teror terhadap pejuang hak-hak warga adalah teror terhadap masyarakat secara keseluruhan.

Yogyakarta, 14 Maret 2026

  1. Alissa Wahid
  2. ⁠⁠Beka Ulung Hapsara
  3. ⁠⁠Lutfi Rahman (Yayasan Pendidikan Bumi Kartini) 
  4. ⁠⁠Achmad Munjid
  5. ⁠Mayadina Rohmi Musfiroh
  6. ⁠⁠Inaya Wulandari Wahid
  7. ⁠Hairus Salim
  8. Jay Akhmad
  9. Heru Prasetia
  10. Sarjoko S.
  11. Siti Munawaroh 
  12. Nur Solikhin
  13.  Marleni Adiya
  14.  Tedi Kholiludin 
  15.  Nur Hidayah (Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Cerdas)
  16. Suaib Prawono 
  17.  Ema Rahmawati
  18.  Fardan Hamdani
  19. Mukhibullah Ahmad
  20.  Rifa Mufidah
  21. Adin Fahima
  22.  Marzuki Wahid
  23. Pdt. A. Elga J. SARAPUNG
  24.  Lian Gogali
  25. Ryan Sevian 
  26. Marzuki Rais
  27. Subhi Azhari
  28. Tri Noviana
  29. Saiful Huda Sodiq (Wakabid PPSDM PCNU Batang)
  30. Farha Ciciek
  31. A’ak Abdullah Al-Kudus 
  32. Suraji
  33. M. Siswanto
  34. Alamsyah M Dja’far
  35. Ahmad Bachtiar Faqihuddin
  36. Noer Fahmiatul Ilmia 
  37. Zainda Usmana Aulia 
  38. Intan Damayanti 
  39. M Rizal Aris 
  40. Annas 
  41. Muanah 
  42. Raffi Shihabudin 
  43. Daffa Alhafidz
  44. Ahmad Syifa 
  45. KGD Purwakarta 
  46. KGD Kab Bandung Barat  
  47. Herlan Heryadie 
  48. Shofiyullah 
  49.  Aji Muhammad Iqbal
  50. Zaki Bahrum Ulum 
  51. Isa abdul muhlis 
  52. Jamiludin 
  53. Yogi Prazani
  54. Muhammad Rafi’i
  55. Zainul Akmal
  56. Ary sandy
  57. Mahdiyah
  58. Zahriyyatul Humairah

Lembaga

  1. PUAN AMAL Hayati
  2. Yayasan Pemberdayaan Komunitas eLSA
  3. ISIF Cirebon
  4. Institut DIAN/Interfidei, Yogyakarta
  5. Institut Mosintuwu, Poso
  6. Fahmina Institute
  7. Yayasan Inklusif
  8. Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Cerdas
  9. Institute for Javanese Islam Research (IJIR)
  10. Yayasan Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS)
  11. GUMATI FOUNDATION
  12. Suar Asa Khatulistiwa
  13. Kampoeng Sinaoe Sidoarjo
  14. Desantara Foundation, Depok

Komunitas GUSDURian Jateng-DIY

  1. Komunitas GUSDURian Kebumen
  2. Komunitas GUSDURian Semarang
  3. Komunitas GUSDURian Pekalongan 
  4. Komunitas GUSDURian Wonosobo
  5. Komunitas GUSDURian Purworejo
  6. Komunitas GUSDURian Banyumas
  7. Komunitas GUSDURian Klaten
  8. Komunitas GUSDURian Solo
  9. Komunitas GUSDURian Banjarnegara
  10.  Komunitas GUSDURian Jogja
  11.  Komunitas GUSDURIAN Temanggung
  12. Komunitas Gusdurian Batang

Komunitas GUSDURian Sulawesi, Maluku, Papua dan Luar Negeri

  1. Komunitas GUSDURian Gorontalo
  2. Komunitas GUSDURian Barru
  3. Komunitas GUSDURian Makassar
  4. Komunitas GUSDURian Polewali Mandar
  5. Komunitas GUSDURian Bone
  6. Komunitas GUSDURian Ternate 
  7. Komunitas GUSDURian Palopo
  8. Komunitas Gusdurian Bolsel
  9. Komunitas Gusdurian Poso

Komunitas GUSDURian Jatim, Bali, Nusra

  1. M. Kholilulloh ( KGD. MOJOKERTO) 
  2. Mahmud Zain (KGD Jember)
  3. GUSDURian Lombok Tengah
  4. GUSDURian Malang
  5. GUSDURian Pasuruan
  6. GUSDURian Jombang

Komunitas GUSDURian (KGD) Jabar, DKI, Banten

  1. KGD Cirebon)
  2. KGD Tasikmalaya
  3. KGD Majalengka
  4. KGD Bogor Raya
  5. KGD Jakarta
  6. KGD Serang Raya
  7. KGD Ciputat
  8. KGD Karawang
  9. KGD Subang
  10. KGD Purwakarta 
  11. KGD Kab Bandung Barat  
  12. KGD Sukabumi Raya
  13. KGD Bekasi Raya
  14. KGD Banjar Patroman
  15. KGD Garut
  16. KGD Kab Bandung
  17. KGD Kota Bandung

Komunitas GUSDURian (KGD) Wilayah  Sumatera

  1. KGD Lampung
  2. KGD Jambi
  3. KGD Pekan Baru

Komunitas GUSDURian Wilayah Kalimantan

  1. Fahriansyah (Koor Gusdurian Barabai, Kalsel)
  2. Lulu Musyarofah (koor Gusdurian Pontianak-Kalbar
  3. Komunitas Gusdurian Samarinda 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *