GRESIK – Momentum Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 diperingati oleh berbagai lembaga, organisasi, dan komunitas, termasuk GUSDURian Gresik. Melalui rutinan Forum 17-an, GUSDURian Gresik bersama teman-teman Katolik di Pondok Maria Stasi Agustinus Menganti menggelar kegiatan bertajuk “Lindungi Teman: Berbeda Itu Biasa, Berteman Itu Luar Biasa, Setara Tanpa Kekerasan” pada Jumat (24/7/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Orang Muda Katolik (OMK), Remaja Katolik (Rekat), Forum Anak Desa Cermen, dan PATTIRO Gresik. Antusiasme anak-anak yang hadir terlihat begitu luar biasa sejak awal hingga akhir kegiatan. Melalui ruang yang aman dan menyenangkan, anak-anak diajak untuk belajar mengenai toleransi, persahabatan, dan pentingnya menghargai perbedaan.
Bapak Robert selaku perwakilan Stasi Agustinus Menganti turut menyapa anak-anak dan memberikan pengantar mengenai pelaksanaan kegiatan. Ia menyampaikan bahwa perbedaan merupakan anugerah yang perlu dirawat bersama melalui sikap saling menghormati dan hidup rukun dalam keberagaman. Rumah ibadah juga memiliki peran penting sebagai ruang yang aman, nyaman, dan inklusif bagi anak-anak untuk bertumbuh, belajar, serta mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan.
Nensi dan Nur Khosi’ah selaku penggerak komunitas GUSDURian Gresik mengajak anak-anak untuk mengenal lebih dekat GUSDURian beserta sembilan nilai utama Gus Dur yang menjadi pijakan dalam membangun kehidupan yang damai dan inklusif. Anak-anak juga diajak untuk berbagi pengalaman tentang persahabatan dengan teman yang berbeda latar belakang serta bagaimana menjaga kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui sesi berbagi ini, anak-anak menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk saling mengenal dan berteman. Sebaliknya, keberagaman menjadi ruang belajar untuk menumbuhkan rasa empati, menghargai sesama, dan menolak segala bentuk kekerasan terhadap anak. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Rumah Ibadah Ramah Anak yang menghormati hak-hak anak, memberikan ruang partisipasi yang bermakna, serta menghadirkan lingkungan yang aman dan bebas dari segala bentuk diskriminasi maupun kekerasan.
Kegiatan ditutup dengan persembahan lagu Kidung karya Chrisye yang dibawakan oleh teman-teman OMK. Lantunan lagu tersebut menjadi penutup yang hangat dan penuh makna, sekaligus mengingatkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan toleransi perlu terus ditanamkan sejak dini sebagai ikhtiar bersama dalam memperkuat Rumah Ibadah Ramah Anak serta mewujudkan masyarakat yang damai dalam keberagaman. (SDH)