Author: Marleni Adiya

HomeMarleni Adiya
Marleni Adiya

Marleni Adiya

Koordinator Wilayah (Korwil) GUSDURian Jawa Bagian Barat.

Salah satu ingatan tentang bulan puasa saat masa kecil adalah ceramah yang saya dengar melalui radio, salah satunya kisah Umar bin Khattab. Bahwa ada suatu riwayat yang mengisahkan saat beliau mengakhiri shalatnya dengan tangis yang tersedu-sedu. Ketika salah satu sahabat bertanya kenapa sampai seorang Umar yang perkasa ini menangis sejadi-jadinya setelah shalat adalah tidak lain …

Mendekati musim panen, hamparan sawah menguning tampak sendu di bawah sinar bulan. Sesekali angin bertiup menggoyangkan tangkai padi dengan bulir-bulir yang tampak seperti ronce mutiara. Aku menengadah ke langit, bulan bulat semu saga menyembul di antara awan yang berarak pelan.  Pemandangan itu kudapati selepas isya ketika aku keluar rumah karena udara di dalam cukup panas. …

Sampai saya merefleksikan tentang pengalaman keberagaman, terutama terkait agama dan kepercayaan, saya merasa bahwa saya berasal dari lingkungan yang homogen. Kalimat serupa juga sering saya jumpai, bahwa keberagaman adalah sebuah entitas di luar dirinya. Setelah mengalami perjumpaan-perjumpaan dengan orang-orang yang berbeda, membaca dan melakukan diskusi terkait keberagaman, ternyata perbedaan bukan hal yang baru dalam hidup …

Aku melihat jam dinding. Pukul sebelas lebih dua puluh lima. Suara hujan disertai petir menggelegar, menggetarkan seluruh bagian dinding rumah. Listrik padam. Sesekali ruangan terang oleh kilat yang menyala. Kulirik Somad, adikku, tertidur pulas di pelukan ibu. Rasa kantuk sulit sekali datang. Petir membuatku takut. Tetapi, ketakutanku menunggu kabar ayah mengalahkannya. “Maryam, tidur,” ucap ibu setengah parau menahan kantuk.    “Ayah kapan pulang, Bu?” aku khawatir. “Sebentar …