Tanggal 27 November, aku menerima sebuah undangan. Nama acaranya cukup membuatku berhenti sejenak, Halaqah Kubra Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), diadakan pada 12–14 Desember di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Alih-alih merasa bangga, reaksi pertama yang muncul adalah keraguan. Istilah ulama terasa sangat besar, terlalu mapan, dan sejujurnya, terasa jauh dari cara aku melihat diriku sendiri. …


