Gusdurian Keliling Dunia: Ngobrol tentang Beasiswa di Belanda

Gusdurian Keliling Dunia telah memasuki sesi ketiga pada Minggu, 2 Mei 2021. Acara yang dihelat pukul 16.00-17.00 WIB tersebut merupakan bagian dari empat sesi pertemuan yang membahas tentang informasi beasiswa di lima negara, yaitu Inggris Raya, Amerika Serikat dan Kanada, Belanda, serta Iran. Pada pertemuan ketiga, tajuk yang diangkat adalah “Berkelana ke Belanda”.

Terselenggaranya kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Jaringan GUSDURian bersama PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama) lintas negara.

Acara yang berlangsung secara daring di Zoom Meeting dan live di Youtube GUSDURian TV ini juga berjalan atas dukungan dan kerja sama berbagai media. Beberapa media partner yang tergabung adalah nuonline, TVNU, TV9, neswa.id, iqra.id, alif.id, Media Indonesia, islami.co, gusdurian.net, beritabaru.co, arrahim.id, Times Indonesia, Metro TV, medcom.id, dan Media Group.

Pada sesi ketiga, panitia menghadirkan dua narasumber yang sedang dan pernah menempuh pendidikan tinggi di Kanada. Mereka adalah Wahyu Ilaihi (Mahasiswi S3 Studi Humaniora dan Digital di Tilburg University) dan Tery Setiawan (Alumnus S3 Sosiologi di Radboud University). Acara dipandu langsung oleh Purkon Hidayat, penggerak GUSDURian Tehran, Iran.

Setelah Purkon membuka acara dan memperkenalkan para narasumber, Wahyu Ilaihi memulai sesi dengan bercerita tentang pengalaman mendapatkan beasiswa dan tips untuk menyiapkan studi doktoral di Belanda.

“Trik pertama adalah bahasa. Ini yang biasa menjadi kendala. Yang kedua, kalau PhD, itu yang paling susah adalah mencari supervisor atau pembimbing yang cocok dengan riset kita. Jadi menebar jaring untuk mencari supervisor satu tahun sebelum kita mendaftar beasiswa itu lebih bagus.”

Cerita lalu disambung oleh Tery Setiawan. Tery menambahkan satu elemen penting yang perlu diperhatikan untuk mendaftar beasiswa dan kampus di Belanda.

“Banyak orang terkadang fokus pada mencari sekolahnya, profesornya, atau supervisor-nya. Kalau menurut saya yang tidak boleh lupa adalah proposal. Proposal dan bahasa adalah dua kunci utama. Terutama, untuk yang tertarik ke Belanda, proposal adalah harga mati.”

Selanjutnya, kedua narasumber juga menjelaskan tentang alasan studi dan proses yang ditempuh untuk mendapatkan beasiswa masing-masing.

Gusdurian Keliling Dunia sesi selanjutnya akan digelar minggu depan, yaitu pada Minggu, 9 Mei 2021 jam 16.00 – 17.00 WIB. Pada sesi mendatang akan membahas tentang beasiswa di Iran.

Bagikan tulisan ini: