GUSDURian Makassar Sebarkan Nilai Kesederhanaan dalam Diskusi Pojok GUSDURian Kampus

Jumat, 9 September 2022, Pojok GUSDURian Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali digelar. Diskusi yang memasuki pertemuan ke-19 ini mengangkat tema "Frugal Living: Hidup dalam Kesederhanaan" yang difasilitasi oleh Myltaniara dan Muslim selaku moderator.

Sebagai moderator, Muslim membuka diskusi dengan mengeluarkan keresahannya dalam melihat realita saat ini. Bagaimana ia sebagai perantau dari Pontianak, merasa sukar dalam mengatur pengeluaran di tengah kondisi yang serba mahal.

"Di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil pasca-pandemi Covid-19, ditambah lagi dengan naiknya bahan pokok dan BBM membuat sebagian orang merasa sulit dalam memanajemen pengeluaran dalam kehidupan sehari-harinya," ucap Muslim.

Argumentasi Muslim pun di-iya-kan oleh Miyya, panggilan akrab perempuan yang banyak terlibat sebagai relawan pendidikan itu. Miyya menjelaskan bahwa konsep frugal living sedikit banyak dapat membantu kita dalam melewati masa sulit ini.

"Frugal living ini tujuannya adalah untuk mengajarkan orang agar lebih sadar dalam mengatur keuangannya. Ia hadir agar orang mampu mengurangi pengeluaran untuk menyiapkan dana darurat di masa mendatang," jelasnya.

Kemudian, Muslim menyampaikan bahwa hidup dalam kesederhanaan pun dilakoni oleh sosok seorang Gus Dur. Seorang Gus Dur, ungkap Muslim, dengan segala fasilitas yang ia miliki selaku presiden di masa itu tapi tetap memilih hidup dalam kesederhanaan.

"Gus Sur sendiri pun sudah terlebih dahulu mengajarkan konsep kesederhanaan ini. Ia menerapkan gaya hidup sederhana sebagai perlawanan atas sikap berlebihan, materialistis, dan koruptif, yang saat ini banyak diterapkan oleh para pejabat," tutupnya.

Author

Bagikan tulisan ini: