Peristiwa

Ubah Sampah Dapur Jadi Pupuk Cair, GUSDURian Lombok Tengah Berbagi Resep di Festival Jagat

Jombang – Sampah organik sering kali menjadi permasalahan tersendiri di dapur-dapur keluarga maupun industri. Sifatnya yang mudah busuk dan berbau tidak sedap membuat penanganannya tidak bisa ditunda-tunda dan dilakukan secara sembarangan. Inilah yang membuat Komunitas Gusdurian Lombok Tengah menggelar Kelas Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) di perhelatan Festival Jagat, Minggu (30/8/2026).

Bertempat di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, tepatnya di ruang kelas XI-A gedung Madrasah Aliyah Salafiyah Syafiiyah Seblak, kelas ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat. Dipandu oleh dua fasilitator, penjelasan dilakukan secara bergantian secara cair dan interaktif.

Kelas dimulai dengan penyampaian latar belakang dan cerita fasilitator bersama komunitasnya yang telah mengusahakan pemanfaatan sampah organik bersama kelompok-kelompok masyarakat tertentu beserta hasilnya secara ringkas. Dengan begitu, peserta diajak memahami agar terasa lebih dekat dan berkaitan dengan permasalahan seputar sampah organik yang kerap terjadi.

Meskipun judul awalnya adalah pembuatan pupuk cair, diskusi yang terjadi mengantarkan forum kepada pembahasan lain seperti pembuatan kompos serta penggunaan maggot. Ini lazim terjadi, sebab ketiganya memang merupakan rangkaian yang cukup terikat satu sama lain.

Menurut Ahmad Jumaili, fasilitator yang menemani jalannya forum, kelas yang digelar hanyalah sekadar pintu pembuka untuk para peserta. Ia menilai materi yang dibawakannya tidaklah sulit sama sekali, tantangannya hanyalah pada taraf pengaplikasiannya, apakah peserta mau melakukannya di rumah atau tidak.

“Alhamdulillah, tadi saya dengan Ustaz Fahmi yang jadi pemateri untuk memberikan ya sekadar pintu masuk buat teman-teman. Karena sebetulnya kan, apa namanya, pembuatan eh produksi pupuk cair ini kan enggak sulit-sulit amat sebenarnya. Tinggal apakah teman-teman mau melakukannya apa tidak, itu saja sih,” ucap Jumaili.

Kelas berjalan dengan cukup lancar, sesuai dengan bayangan penyelenggara. Menurut Jumaili, terjadi sedikit masalah di penjelasan maggot karena kebanyakan dari pesertanya belum pernah melihat dan mengenalnya langsung.

Ahmad Bukhori, peserta kelas yang datang dari Sumenep, Madura, mengungkapkan antusiasmenya terhadap kelas-kelas demikian. Menurutnya, forum ini begitu menarik karena selain diberi pelajaran secara teoretis, peserta juga diajak untuk melakukan praktik pembuatan pupuk organik cair secara langsung.

“Kegiatan ini sangat menarik karena memang ternyata dari kegiatan ini saya tidak hanya mendapatkan ilmu secara teoritis tapi juga secara praktik juga saya mendapatkan ilmu tersebut,” pungkas Bukhori kepada tim Kampung Gusdurian. (SDH)

Kautsar M. Ilahy

Penggerak Komunitas GUSDURian Jogja