KGSKR GUSDURian Pasuruan Diskusi Film Toleransi bersama Santri

Komunitas Gitu Saja Kok Repot (KGSKR) GUSDURian Pasuruan mengajak santri belajar toleransi dengan menonton film. Kegiatan itu bertempat di Pondok Pesantren Al Asy'ari Al Khoziny, Dusun Sekar, Desa Watuagung, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Selasa malam (23/11/2021).

Penggerak KGSKR Muchammad Najib, menjelaskan bahwa kegiatan ini bekerja sama dengan Madani Film Festival. Adapun tujuan kegiatan adalah untuk memperingati Hari Santri dan Hari Toleransi Internasional tahun 2021 dengan menampilkan cerita baik tentang toleransi yang telah mengakar di masyarakat Indonesia.

"Film Liyan itu bercerita tentang kehidupan rukun masyarakat Wonosobo, baik di antara internal agama atau lintas agama dan penghayat kepercayaan," ujarnya kepada gusdurian.net, Selasa (23/11/2021).

Ia juga menjelaskan bahwa melalui kegiatan edukasi semacam ini dapat memutus dan menghilangkan dampak negatif dari cara beragama yang eksklusif.

"Akan berbahaya, ketika generasi selanjutnya malah melupakan cita-cita para kiai yang membangun Indonesia sebagai rumah bersama dari beragam suku, agama, dan penghayat kepercayaan," pungkas Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (LESBUMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangil itu.

Sementara itu, Pengurus Pondok Pesantren Ustaz Tajullail, merasa mendapatkan pengetahuan yang baru tentang ragam Islam dan penghayat kepercayaan. Terkhusus saat melihat film KTP, dirinya merasa betapa susahnya ketika keyakinan yang dianut seseorang tidak diakomodir oleh Pemerintah.

Ia juga mengucapkan terima kasih karena telah difasilitasi sehingga santri kami yang biasa hidup dalam tradisi salaf dapat mengenal kehidupan majemuk di luasnya Indonesia.

"Setelah keluar pondok (Baca: boyong), pasti akan merasakan manfaat dari hal seperti ini, dalam menjalani hidup bersama masyarakat," imbuhnya.

Dirinya berharap dan siap ketika dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan GUSDURian Pasuruan yang lain. "Ke depan bisa dengan melibatkan lembaga-lembaga pendidikan formal di Pondok Pesantren kami," terangnya.

"Pasti sangat senang sekali. Terima kasih atas buku Hujan Gus Dur-nya," pungkas pria asal Sampang Madura itu.

Untuk roadshow diskusi film selanjutnya akan dilaksanakan bersama Geraja Kriten Jawi Wetan (GKJW) Gempol, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Teknologi (STT) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Walisongo, dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Gondangwetan. Sebelumnya, pemutaran film juga telah dilaksanakan bersama PAC Fatayat NU Kecamatan Beji.

Bagikan tulisan ini: