Tag: banjir sumatera

Homebanjir sumatera

Satu bulan sudah pasca banjir dan longsor melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh, namun sampai 30 Desember 2025, pengelola negara sampai detik ini tidak menetapkan bencana ekologis tersebut sebagai bencana nasional. Sebagai anak perempuan yang lahir dan dibesarkan di Bireuen, Aceh, dan saat ini menetap di Yogyakarta, momen saat saya menyadari orang tua dan …

JEPARA - Yayasan GUSDURian Peduli kembali menunjukkan perannya sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan. Melalui sinergi bersama Sekolah Bumi Kartini Jepara, lembaga ini akan menyalurkan donasi sebesar Rp25 juta guna membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Dana tersebut merupakan hasil program 'Open Donasi Peduli Banjir Sumatera' yang digelar 9-15 Desember 2025 …

Rentetan banjir besar dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa pekan terakhir kembali menelan korban jiwa. Ratusan orang meninggal dunia. Ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal dan harus bertahan di pengungsian. Bencana ini tidak lagi bisa dibaca semata sebagai peristiwa alam. Fakta di lapangan menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola …

Dengan memohon ridho Allah SWT dan pertolongan-Nya, Jaringan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) menyampaikan duka mendalam dan solidaritas penuh kepada seluruh masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang mengalami banjir besar, longsor, serta kerusakan ekologis yang luas. Kesaksian para ulama perempuan di wilayah terdampak menunjukkan bahwa situasi ini telah berubah menjadi krisis kemanusiaan …

by

Barangkali kita sudah terlalu terbiasa melafalkan "bencana" sebagai nama lain dari "takdir". Di penghujung tahun 2025 ini, ketika langit Sumatera seolah runtuh dan menumpahkan segala amarahnya, kita kembali diajak—atau lebih tepatnya dipaksa—untuk menyaksikan parade duka yang panjang dan melelahkan. Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat; tiga titik di peta yang kini basah oleh lumpur pekat …

Indonesia kembali berduka. Banjir bandang dan longsor menyapu wilayah Sumatera, menelan korban jiwa, menghancurkan ribuan rumah, memutus akses, dan melumpuhkan infrastruktur dasar. Namun, menyebut semua ini semata sebagai “bencana alam” adalah bentuk penyangkalan kolektif. Hujan ekstrem hanyalah pemicu; penyebab sejatinya adalah kerusakan ekologis yang kita izinkan, rawat, dan bahkan legitimasi atas namanya: pembangunan. Guru Besar …