GRESIK – Komitmen terhadap konsep zero waste atau minim sampah kembali ditegaskan dalam kegiatan Kupatan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh GUSDURian Gresik bersama GKJW Menganti pada Jumat (10/4). Upaya ini menjadi bagian dari dorongan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam setiap rangkaian acara. Kegiatan tahunan tersebut rutin digelar bertepatan dengan momentum Hari Raya Kupat, sebuah tradisi masyarakat Jawa yang dirayakan satu minggu setelah Idulfitri.
Penerapan semangat zero waste terlihat jelas selama acara berlangsung. Di bawah koordinasi Yuni sebagai Koordinator Sie Konsumsi, panitia menyajikan hidangan dengan pendekatan ramah lingkungan. Berbagai kudapan tradisional seperti palawija dan sayur ketupat disajikan menggunakan daun pisang serta wadah yang bisa dipakai ulang, sementara minuman seperti teh, kopi, dan air putih dihidangkan tanpa kemasan sekali pakai.
Sebelum acara berlangsung, para peserta telah diimbau untuk membawa botol minum (tumbler) masing-masing. Upaya ini menjadi bagian dari langkah nyata dalam mengurangi timbulan sampah plastik di lokasi acara.
Pdt. Lantikaningrum mengakui bahwa meski telah dimulai, penerapan konsep zero waste di lingkungan GKJW Menganti masih menghadapi tantangan. Menurutnya, konsistensi dalam sosialisasi menjadi kunci utama.
“Konsep zero waste perlu diterapkan di GKJW. Untuk saat ini masih membutuhkan sosialisasi yang lebih gencar, karena masih ada peserta yang belum membawa tumbler, mungkin karena belum terbiasa,” ungkapnya.
Sementara itu, penggerak GUSDURian Gresik, Miladiyah, menegaskan bahwa komitmen ini sejalan dengan gerakan JAGAT (Jejaring Agama untuk Gerakan Alam dan Toleransi) yang diusung jaringan GUSDURian secara nasional. Melalui gerakan tersebut, GUSDURian mendorong kolaborasi lintas iman untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus merawat nilai-nilai toleransi.