Social Media

Author: Mahéng

HomeMahéng
Mahéng

Mahéng

Penggerak Komunitas GUSDURian Yogyakarta.

Kita sering mengambil jarak dengan orang lain sebab perbedaan keyakinan, padahal kaki dan tangan kita yang berbeda saja bisa bersatu dalam gerak yang berlawanan. Intoleransi yang terus menggerogoti bangsa kian mengkhawatirkan. Nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendiri bangsa terancam pudar. Di tengah situasi ini, Banguntapan, sebuah kelurahan di Bantul, Yogyakarta, hadir sebagai wadah toleransi dan …

by View all posts

Setiap benih baik yang kita tanam akan tumbuh menjadi taman kedamaian, menjadi tempat perlindungan dan kebahagiaan bagi setiap insan. Semburat jingga senja perlahan memudar saat kami melangkahkan kaki di bawah temaram lampu Vihara Dharma Wijaya Berbah pada Kamis, 16 Mei 2024. Pukul 19.05, suasana khusyuk menyelimuti Bhaktisala (ruang utama vihara). Para pengurus Pemuda Theravada Indonesia …

by View all posts

Menikmati seni itu ada seninya. YOGYAKARTA - Setidaknya, 400 karya seni rupa yang memukau mejeng di Jogja National Museum (JNM) dalam pameran "Tabon" yang diselenggarakan oleh Jogja Art Planet (JAP). Pameran yang berlangsung dari 22 April hingga 5 Mei 2024 lalu menghadirkan karya-karya inspiratif dari tiga maestro: Faisal Kamandobat, Samuel Indratma, dan Alit Ambara. Tabon …

by View all posts

Merasa diri sendiri benar adalah sumber pertikaian, merasa diri sendiri salah adalah sumber kedamaian YOGYAKARTA - Terik mentari membakar bentala. Panas merayap dan merunjam hingga ke tulang belulang, membuat penunjuk cuaca di layar gawai menampakkan angka di atas tiga puluh derajat celsius. Seolah bersinergi dengan alam, Griya GUSDURian di Jl. Sorowajan, RT.08/RW.RT 10, Jaranan, Banguntapan, …

by View all posts

YOGYAKARTA - Komunitas GUSDURian Yogyakarta menggelar talkshow Forum Demokrasi bertajuk “Rasan-rasan Demokrasi: Desa Bisa Apa?” dalam rangka Haul Gus Dur ke-14 di Pura Jagatnata, Banguntopo, Banguntapan, Bantul, DI Yogyakarta, pada Jumat, 19 Januari 2024. Talkshow ini menghadirkan tiga pembicara, yaitu Wasingatu Zakiyah, aktivis Perempuan Anti-Politik Uang; Wahyudi Anggoro Hadi, Lurah Panggungharjo, Bantul; dan Nur Kholik …

by View all posts