Category: Opini

HomeOpini

Beberapa waktu terakhir saya terlibat dalam kampanye narasi keislaman-keindonesiaan. Narasi ini terus disosialisasikan agar masyarakat terutama para pemuda tidak melepaskan identitasnya sebagai warga negara. Mula-mula pertanyaan yang saya munculkan adalah: kita ini orang Indonesia yang beragama Islam, atau orang Islam yang kebetulan tinggal di Indonesia? Jawaban atas pertanyaan ini menentukan cara pandang kita dalam memahami …

by

Serangan stroke membuatnya pasif menghadapi ingar-bingar politik. Tapi itu dulu. Kini, meski belum sembuh betul, Abdurrahman Wahid, Ketua Umum PBNU yang disapa Gus Dur itu, terus saja bergerak lincah ke sana-kemari. Ia menemui Pangab Jenderal Wiranto, Presiden Habibie, dan bekas presiden Soeharto, untuk sebuah hajat penting: mempertemukan ketiganya demi kerukunan bangsa. Dialog empat besar itu …

by

“Ini berasal dari spektrum gerakan Gus Dur yang sangat luas. Gus Dur itu kan membela petani di pegunungan Kendeng dari industri yang ingin menghancurkan kehidupan mereka tapi juga mendampingi TKI yang sedang mengalami tuntutan hukuman mati, jadi banyak. Karena itu, kemudian ketika Gus Dur wafat, kita kebingungan bagaimana caranya merawat pemikiran Gus Dur, akhirnya kita …

PERINGATAN: Artikel ini mengandung konten eksplisit yang dapat memicu tekanan emosional dan mental bagi pembaca. Kami menyarankan anda tidak meneruskan membacanya. Kami lebih menyarankan artikel ini dibaca oleh polisi Indonesia. “JIKA kamu menulisnya,” katanya, “apa yang akan berubah?” “Kami mengandalkan polisi. Kami melaporkannya. Lalu apa? Pelaku masih bebas.”  Lydia melaporkan pemerkosaan yang dialami ketiga anaknya, semuanya …

Gus Dur pernah meminta saya ikut menjadi peserta seminar dan pelatihan yang diselenggarakan oleh salah seorang sahabat karib beliau, Ajarn Sulak Sivaraksa, di Bangkok, Thailand. Ajarn (Guru) Sulak, seorang tokoh cendekiawan dan aktivis Buddhis yang sangat terkenal di negeri Siam karena perjuangannya menentang kekuasaan militer dan pembela HAM, memiliki kemiripan dengan Gus Dur dalam banyak hal. Beliau …

Penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus memang sering kali menjadi sebuah dilema dan masih dianggap sebagai sesuatu yang tabu, terutama bagi pihak kampus. Ketika diusut secara tuntas dan terbuka, hal itu seakan membongkar ‘aib’ sendiri yang nanti kaitannya tercorengnya nama baik institusi; sedangkan jika tidak ditindak secara transparan, maka hal itu jelas menyalahi nilai …

Pada tahun 1959 Gus Dur pindah ke Jombang dari Magelang, yaitu di Tambakberas. Greg Barton menyebut: “Ia belajar di sini hingga tahun 1963, dan selama kurun itu ia selalu berhubungan dengan Kiai Bishri Syansuri secara teratur. Selama tahun pertamanya, ia mendapat dorongan untuk mulai mengajar. Ia kemudian mengajar di Madrasah Modern yang didirikan dalam kompleks …

Gus Dur pindah dari Yogyakarta ke Magelang, tepatnya di Pesantren Tegalrejo pada tahun 1957. Di pesantren ini Gus Dur nyantri selama sekitar 2 tahun lebih sedikit, di bawah asuhan KH. Chudlori. Greg Barton menyebut demikian: “Gus Dur membuktikan dirinya sebagai siswa yang berbakat dengan menyelesaikan pelajarannya di bawah asuhan KH. Chudlori selama 2 tahun di …

"Orang yang ingin tahu tentang orang lain, harus memahami lelucon. Jangan gampang tersinggung dengan lelucon." (Abdurrahman Wahid, 1990) Tahun 1994. Di dalam satu acara mensyukuri dan merayakan 65 tahun YB. Mangunwijaya, seorang pastur Katolik, arsitek dan sastrawan, di hadapan sekitar 400-an orang dari beragam kalangan, Gus Dur mengemukakan sebuah humor: Suatu hari seorang pastur pergi …

Saya menulis sedikit penjelasan karena pertanyaan yang sama berulangkali datang untuk sekedar mengkonfirmasi. Benarkah berita tersebut? Apakah ada klarifikasinya? Awalnya saya hanya balas selewatan. lama-lama berujung pada diskusi panjang. Sampai akhirnya ketika situasi krisis, berita lama itu dimunculkan kembali untuk pembenaran atas alasan tes wawasan kebangsaan yang ujungnya menyingkirkan saya sebagai pegawai tetap KPK. Saya …