GUSDURian Solo Adakan Kegiatan Penguatan Jejaring Isu Keberagaman

Komunitas GUSDURian Solo menyelenggarakan kegiatan Workhsop Penguatan Jejaring Isu Keberagaman, Jumat-Minggu (10-12/12/2021), di HIP Surakarta, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah pegiat komunitas di Kota Surakarta.

Koordinator GUSDURian Solo, Ajie Najmuddin menerangkan kegiatan penguatan jejaring ini menjadi momen penting untuk meningkatkan kemampuan para pegiat komunitas dalam memahami isu keberagaman. Selain itu juga untuk mengkonsolidasikan jejaring antarkelompok masyarakat untuk melawan paham intoleransi, eksklusivisme, dan ekstremisme.

Acara workshop menghadirkan sejumlah fasilitator dan narasumber, di antaranya Jay Akhmad (Koordinator Seknas GUSDURian), Suraji (Manajer Program Strong Cities Network di Surakarta), Rifa Mufidah, dan Munawaroh (Seknas GUSDURian).

Selama tiga hari acara berlangsung, para peserta yang terdiri dari berbagai latar belakang dan perwakilan komunitas/lembaga diharuskan menjalani beberapa sesi, seperti sesi "Hak Konstitusional Warga Negara dalam Isu Keberagaman" dan "Komunikasi dan Kepemimpinan dalam Jaringan".

Dalam prosesnya, sebanyak 32 peserta diajak menceritakan pengalaman masing-masing, memotret fenomena keberagaman yang terjadi di lingkungan mereka, serta membangun diri dan jaringan. "Salah satu yang perlu ditekankan adalah workshop ini tidak hanya membekali kemampuan membangun jejaring, tetapi juga kemampuan membangun diri terlebih dahulu," ujar Rifa Mufidah, fasilitator kegiatan.

Sedangkan Heru Prasetia (Koordinator Media Seknas GUSDURian) yang menjadi salah satu narasumber mengungkapkan pelbagai persoalan intoleransi dan kekerasan yang masih banyak terjadi di Indonesia.

“Terjadinya diskriminasi pada kaum minoritas yang ada di negara kita menjadi pokok permasalahan penting, seperti pembakaran masjid Ahmadiyah di Sintang, penolakan jenazah beda agama di Mojokerto dan lain-lain. Sebagai pegiat isu toleransi, perlu bagi kita untuk bersama mencegah dan melawan tindakan-tindakan tersebut,” ujar Heru.

Bagikan tulisan ini: