Social Media

Tag: guru bangsa

Homeguru bangsa

Hanya selang tiga minggu sejak pertemuan empat tokoh nasional (Gus Dur, Amien Rais, Megawati, dan Akbar Tandjung) 1 Agustus 2000 waktu itu, Yogyakarta kembali dikunjungi Presiden Abdurrahman Wahid, Jum’at 18 Agustus 2000. Jika pertemuan pertama dilaksanakan di Keraton Yogyakarta dan dihadiri lima tokoh nasional, pertemuan kedua diadakan di Kampus Gadjah Mada. Dan jika pertemuan pertama …

by View all posts

Gagasan-gagasan tiga cendekiawan muslim, yakni Nurcholish Madjid, Abdurrahman Wahid, dan Syafi'i Ma’arif akan tetap relevan dalam kehidupan berbangsa hari ini. Kesederhanaan hidup dan kemuliaan berpikir yang mendahulukan kepentingan bangsa dan negara penting untuk diteladani generasi muda sekarang. Semangat inilah yang ingin ditularkan oleh Sumbu Kebangsaan kepada publik luas. Sumbu Kebangsaan merupakan wadah kolaboratif tiga instansi, …

by View all posts

“Refleksi Kebangsaan” adalah puncak dari serangkaian acara talkshow Sumbu Kebangsaan yang diinisiasi oleh tiga lembaga yaitu, Jaringan GUSDURian, Nurcholish Madjid Society, dan Ma'arif Institute. Acara ini diselenggarakan pada Sabtu, 18 Maret 2023 di Ballroom Djakarta Theatre, Jakarta Pusat sejak jam 13.00 WIB hingga berakhir pada 16.45 WIB. Forum ini dibuka dengan pembacaan rekomendasi Sumbu Kebangsaan …

by View all posts

“Buat saya, kalau ada perintah dari guru itu tidak pernah bisa saya tolak,” ungkap Wilawati dengan penuh rasa hormat dalam acara "Refleksi Kebangsaan" yang diinisiatorinya. Terselenggaranya acara bertema “Spirit Guru Bangsa: Cak Nur, Gus Dur, dan Buya Syafi’i dalam Aspek Bernegara Masa Kini” tersebut merupakan perintah dari Omi Komaria selaku istri Nurcholish Madjid (Cak Nur) …

by View all posts

Dua minggu telah berlalu sejak Buya Ahmad Syafii Maarif wafat. Sebuah kehilangan yang luar biasa, bukan hanya bagi organisasi Muhammadiyah, tetapi juga bagi bangsa Indonesia. Sejak itu, kisah-kisah tentang sosok Buya Syafii Maarif bertebaran. Baik sebagai pribadi maupun pemikiran dan sepak terjangnya dalam kehidupan beragama berbangsa dan bernegara, sosok Buya menjadi bahan pelajaran yang tak …

by View all posts

Alissa Wahid bersama delapan orang dari Sekretariat Nasional (Seknas) Jaringan GUSDURian bertakziah ke kediaman Ahmad Syafii Maarif atau yang kerap disapa Buya Maarif pada Senin (30/5) malam. Saat tiba, rombongan tersebut disambut langsung oleh istri Buya Maarif, Nurkhalifah dan putranya, Mohammad Hafiz di rumahnya di bilangan Nogotirto, Gamping, Sleman. Dalam percakapannya, Alissa mengungkapkan duka cita …

by View all posts

Kamis, 17 Februari 2022, GUSDURian Batu (berkolaborasi dengan IPNU, IPPNU, SPD, VBB, dan KBC) mengadakan Haul Gus Dur ke-12 di Aula Masjid An Nuur Kota Batu. Inilah untuk pertama kalinya Haul Gus Dur di Batu diadakan dalam area tempat ibadah umat Islam: masjid. Selama beberapa kali Haul Gus Dur di Batu kerap kali diadakan di …

by View all posts

Makin berbeda, makin jelas di mana titik-titik persamaan kita. (Gus Dur) Gus Dur itu ibarat orang yang menyalakan lilin dalam kegelapan. Banyak aspek kebudayaan kita gelap. Struktur kehidupan sosial-politik kita juga gelap. Pertama, penguasa otoriter, dan mereka yang masih tetap bertangan besi, kelihatan jelas ingin hidup seenaknya seperti di zaman kegelapan beberapa abad yang lalu. …

by View all posts

Pesantren sebagai awal perjalanan sang guru bangsa merupakan komunitas tradisional yang serba sederhana dan terbatas. Kesederhanaan pesantren bukan hanya pada perilaku keseharian namun juga gaya hidup, cara berpikir hingga cara pemecahan sebuah permasalahan. Keterbatasan pesantren juga dirasakan warganya karena menjalani kehidupan dalam niatan belajar sehingga pergaulan tidak jauh layaknya lembaga pendidikan lainnya. Kesederhanaan dan keterbatasan …

by View all posts

“Untuk dapat melakukan transformasi ekstern itu, agama harus merumuskan kembali pandangan-pandangannya mengenai martabat manusia, kesejajaran kedudukan semua manusia di muka undang-undang dan solidaritas hakiki antara sesama manusia.”[1] Penggalan tersebut merupakan ungkapan Gus Dur ketika berbicara tentang transformasi dalam agama-agama. Ia mengusulkan adanya transformasi di dalam agama itu sendiri untuk selanjutnya melakukan transformasi ekstern, yakni mengubah …

by View all posts