KEDIRI – Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026, Komunitas GUSDURian Mojokutho Pare menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para kaum lansia di Rumah Bersama Kemanusiaan (RBK) GUSDURian Pare. Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat, 29 Mei 2026 pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai. Kegiatan ini terselenggara berkat adanya kolaborasi dengan tenaga kesehatan dari STIKES Karya Husada Kediri dan mahasiswa UIN Syekh Wasil Kediri.
Pemeriksaan kesehatan yang diberikan kepada para lansia meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, konsultasi kesehatan, dan edukasi tentang pola hidup sehat. Sejak pagi hari, para lansia tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Anugrah Yunianto (Antok) sebagai Koordinator Komunitas GUSDURian Mojokutho Pare menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan para lansia di RBK GUSDURian Pare. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi pengingat bagi para generasi muda untuk senantiasa menghormati dan memuliakan orang tua dan tidak hanya ketika peringatan Hari Lansia saja.
“Kegiatan ini untuk memperingati Hari Lansia Nasional, menunjukkan bahwa lansia itu pernah berjasa, pernah kuat dan berjuang untuk mereka yang dicintai. Saat ini teman-teman relawan melakukan salah satu bentuk pelayanan melalui cek kesehatan, pengajian, dan kafe silaturahmi yang berkolaborasi dengan berbagai komunitas,” ujar Antok.
Antok menegaskan bahwa para lansia memiliki peran besar dalam perjalanan hidup generasi saat ini. Karena itu, keberadaan mereka sangat perlu mendapatkan perhatian, penghormatan, dan pelayanan yang layak dari masyarakat.

Anik Alfiya Rahma dari STIKES Karya Husada Kediri dan Klinik Amanah Care juga menyampaikan bahwa dalam kegiatan tersebut, pihaknya melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 51 orang lansia dan beberapa relawan yang turut hadir. Pemeriksaan kesehatan kali ini difokuskan pada kadar gula darah, asam urat, dan tekanan darah.
“Untuk hasilnya mayoritas karena pengaruh usia, pola istirahat, dan pola makan, sehingga ada beberapa hasil yang tidak normal. Terutama kadar gula darah yang cenderung dapat meningkat karena faktor usia dan fungsi organ. Selain itu, tekanan darah juga ditemukan cukup banyak yang tinggi,” jelasnya.
Hasil pemeriksaan kesehatan tersebut selanjutnya akan dikalkulasi dan dikonsultasikan kepada dokter untuk menentukan langkah tindak lanjut, termasuk pemberian obat-obatan apabila diperlukan.
Selain itu, Antok mengungkapkan bahwa RBK GUSDURian Pare selama ini dikelola oleh para relawan yang masih menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas operasional. Hingga saat ini, RBK GUSDURian Pare belum memiliki donatur tetap, namun tetap selalu berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para lansia.
Meskipun demikian, semangat para relawan untuk mendampingi dan merawat para lansia di sini tidak pernah surut. Mereka terus berupaya untuk menghadirkan ruang yang nyaman, aman, dan penuh kasih sayang bagi para orang tua layaknya seorang keluarga.
Melalui peringatan Hari Lanjut Usia Nasional tahun ini, GUSDURian Mojokutho Pare berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak hatinya untuk peduli terhadap kesejahteraan para lansia. Selain itu, momentum ini juga menjadi ajakan kepada seluruh generasi untuk terus menghormati dan menyayangi orang tua sebagai sosok yang berjasa besar dalam kehidupan kita semua.
“Harapannya, semakin banyak orang baik yang mengetahui keberadaan para lansia di sini dan ikut peduli. Kita harus selalu menghormati orang tua, karena mereka adalah generasi yang sudah berjuang dengan darah dan berjasa bagi kehidupan kita saat ini,” tutup Antok. (SDH)