Author:Muhammad Faisal Akbar

Corong Pengumpat

Langkah Jalu Kiswara terhenti ketika melihat seorang pria asing yang tengah membungkuk-bungkuk mencari sesuatu. Setelah mengintai sekian detik, Jalu Kiswara mencurigai bahwa orang itulah yang dilihatnya dua hari terakhir di sekitar pemakaman. Ia lantas mendekatinya dengan hati-hati, sembari menyeret sapu lidi dan pengki berbahan seng…

25 Jul 2026 15:29 WIB·by Muhammad Faisal Akbar· In Sastra

Musik sebagai Antonim Kekerasan

Musik bukan sekadar pembangkit suasana hati atau penggerak ekonomi yang masif. Dalam wujudnya yang terlupakan, musik merupakan bentuk perlawanan paling minimalis bagi orang-orang pinggiran. Ia tidak hanya merangsang perputaran uang dalam sistem kapitalistik, namun juga katalisator perubahan. Aldous Huxley dalam esainya “Music at Night and…

01 Aug 2025 8:26 WIB·by Muhammad Faisal Akbar· In Opini

Gus Dur dan Verba yang Hilang

Nyaris semua orang tahu bahwa nama “Abdurrahman Wahid” bermakna luhur. Abdurrahman berarti “hamba yang pengasih” dan sering diasosiasikan dengan salah satu sosok filantropis dalam golongan Assabiqunal Awwalun, Abdurrahman bin Auf. Namun, ia justru dikorting sedemikian rupa hingga tersisa kata “Dur” dengan “Gus” di depannya. Lebih…

25 Jun 2025 9:42 WIB·by Muhammad Faisal Akbar· In Opini