Satu Kursi untuk Ayah
Oleh: Quaneisha Azarine SIANG itu, cahaya datang menyusup melalui celah-celah jendela aula. Jatuh perlahan di lantai, memantul di kursi-kursi yang tersusun rapi, dan berhenti di wajah-wajah yang sedang berbahagia. Hari itu, segalanya tampak seperti lukisan yang nyaris sempurna, terang, hangat, dan penuh harapan. Di tengah…





