Category: Opini

HomeOpini

Sekitar 40 tahun lalu Raymond White menuliskan perbedaan kepemimpinan (leadership) Richard Nixon dengan John F. Kennedy. White menggambarkan kepemimpinan model Nixon sebagai kepemimpinan kepala kelasi (boatswain). Nixon memimpin para kelasi di ruangan bawah untuk menimba air yang masuk akibat badai dan membuangnya ke laut. Sepanjang waktu badai berlangsung, dia harus siaga memimpin para kelasi untuk …

Setelah bertahun-tahun terpenjara dalam jeruji diskriminasi kartu tanda pengenal (KTP), akhirnya para penghayat bisa bernafas lega. Gugatan mereka terkait pencantuman identitas agama di KTP dikabulkan Mahkamah Konstitusi. Ini kado terindah di akhir tahun 2017. Sayangnya, kado yang seharusnya menjadi penanda semakin dewasanya bangsa ini ternyata masih saja menyisakan duka bagi sebagian umat Islam. Beberapa organisasi …

Tujuh puluh lima tahun Indonesia merdeka dari penjajahan pasca era kolonialisme, selama itu pula Indonesia terus mengembangkan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam membangun kedaulatannya, yang tentu tak lepas dari banyaknya mengalami pasang surut dan berbagai macam dinamika dalam menata negara ini seiring pergantian pemimpinannya. Baik itu persoalan politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, dan lain-lain. Dari …

Sebagai warga Indonesia yang menghormati merah putih barangkali kita agak terusik dengan keberadaan bendera ISIS dan HTI yang diklaim oleh para kader militan sebagai bendera Rasulullah saw. Bendera Rasulullah saw kini semakin marak digunakan oleh kelompok radikal dalam sejumlah aksi demonstrasi, seakan-akan bendera itulah yang islami sedangkan merah putih tidak sesuai dengan hadis Nabi. Para …

Semester ini saya mengajar dua matakuliah: religious pluralism dan religious freedom. Yang pertama itu matakuliah baru, dan jika ada waktu saya ringkaskan diskusinya tiap akhir pekan, walaupun tidak mungkin memotret dinamika yang terjadi di kelas. Minggu pertama ini kita mendiskusikan pandangan Alkitab tentang agama-agama, dengan membaca Injil Matius dan 1 Korintus. Saya mengawali dengan pertanyaan: …

Masalah privilese itu nyata, bukan fiksi. Gus Dur mungkin satu dari banyak tokoh yang tumbuh karena adanya privilese. Dan ia mengakui adanya privilese tersebut. Kita tahu, ia adalah anak (mantan) menteri, cucu pendiri NU dan Pesantren Tebuireng. Ia adalah seorang yang berdarah biru. Dalam suatu wawancara dengan sebuah majalah di tahun 1996, ia pernah menyatakan …

Mohammad Sobary dalam prolog buku Demokrasi Indonesia: Antara Asa dan Realitas karya Prof. AS. Hikam, menilai bahwa demokrasi di Indonesia pasca-reformasi telah mengalami kemacetan. Hal ini disebabkan karena kegagalan dalam institusional politik pada aras politik elektoral. Selain itu, akhir-akhir ini marak terjadi politik identitas masyarakat yang masuk dalam panggung politik elektoral di Indonesia. Indonesia sebagai salah …

Minggu ini kelas “religious pluralism” mendiskusikan pandangan al-Qur’an tentang keragaman agama. Saya memilih surat al-Ma’idah karena surat itu sangat intens bicara agama lain, dari soal kitab suci hingga debat Kristologi. Para mahasiswa dengan cepat menangkap kesan tersebut, hingga muncul pertanyaan: Siapa sih sebenarnya audien al-Qur’an? Sulit dibayangkan kitab suci kaum Muslim ini muncul dari iklim …

Sesuai dengan judul tulisan ini, baru-baru ini ada satu lagi peristiwa yang menimpa masyarakat minoritas kita, Sunda Wiwitan, akibat hegemoni kaum mayoritas yang berlebihan. Mungkin bagi masyarakat yang hidup di kota-kota besar, jarang membaca atau mendengar berita yang berkaitan dengan kelompok Sunda Wiwitan ini. Sunda Wiwitan adalah kelompok masyarakat adat yang memiliki keyakinan dan praktik keagamaan …

Setelah aksi 212 dan reuni-reuninya, istilah “silent majority” yang merujuk pada mayoritas Islam yang toleran tapi diam, tak lagi tepat untuk dibangga-banggakan. Ya, kalau mau diam terus, jangan salah kalau lama-lama kalian digilas juga. Rumusnya, “Yang diam akan digilas keadaan”. Tapi masalahnya, nggak hanya masalah fasisme saja umat Islam mayoritas diam (karena pada aspek tertentu …