Enam belas tahun telah berlalu sejak Abdurrahman Wahid—Gus Dur—meninggalkan dunia. Namun namanya tidak pernah benar-benar pergi. Ia tetap hidup, bukan hanya dalam buku sejarah, tetapi dalam ingatan kolektif bangsa: dalam kutipan yang terus beredar, dalam perbincangan lintas generasi, dan dalam praktik nilai yang berusaha dirawat oleh mereka yang percaya bahwa politik seharusnya berangkat dari kemanusiaan. …










