Category: Opini

HomeOpini

Enam belas tahun telah berlalu sejak Abdurrahman Wahid—Gus Dur—meninggalkan dunia. Namun namanya tidak pernah benar-benar pergi. Ia tetap hidup, bukan hanya dalam buku sejarah, tetapi dalam ingatan kolektif bangsa: dalam kutipan yang terus beredar, dalam perbincangan lintas generasi, dan dalam praktik nilai yang berusaha dirawat oleh mereka yang percaya bahwa politik seharusnya berangkat dari kemanusiaan. …

Setiap kali kita duduk dalam diskusi ringan, berdiskusi di kelas, atau sekadar cangkrukan di warung kopi, pembicaraan tentang demokrasi Indonesia sering kali berakhir dengan rasa tak tuntas. Ya, kita memiliki demokrasi. Ia berjalan dan bahkan sering dirayakan dengan euforia pemilu. Namun, di balik itu, terdapat getaran rapuh di dalamnya. Ada yang tidak beres. Seperti rumah …

Tangis dan ratap kehilangan yang 16 tahun lalu bergema di seantero negeri itu masih lekat di ingatan saya. Kala itu, saya berusia 9 tahun. Saya menyaksikan di televisi (Metro TV, kala itu) bahwa telah berpulang Sang Guru Bangsa: Gus Dur. Saya pun bertanya pada bapak saya, mengapa sampai sebegitu banyaknya orang yang mengantarkan Gus Dur …

Satu bulan sudah pasca banjir dan longsor melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh, namun sampai 30 Desember 2025, pengelola negara sampai detik ini tidak menetapkan bencana ekologis tersebut sebagai bencana nasional. Sebagai anak perempuan yang lahir dan dibesarkan di Bireuen, Aceh, dan saat ini menetap di Yogyakarta, momen saat saya menyadari orang tua dan …

Bencana alam di banyak tempat, khususnya banjir di tiga provinsi di Sumatera, mendorong kesadaran warga bahwa alam kita sudah benar-benar rusak oleh kerakusan industri dan pengambil kebijakan di negeri ini. Rasanya sulit menangkis narasi ini, bahkan dengan buzzer sekalipun. Saya percaya hal itu disebabkan oleh begitu nyatanya pengalaman yang dirasakan oleh saudara-saudara kita di Aceh, …

Hari Raya Dongzhi merupakan hari besar bagi umat Khonghucu di Indonesia yang identik dengan memakan ronde. Ya, ronde, minuman hangat dengan air jahe dan juga bola-bola tepung bercampur kacang di dalamnya. Sembahyang Dongzhi dilakukan saat momen astronomis tertentu, yaitu ketika matahari berada tepat di atas garis balik 23,5 derajat Lintang Selatan, sehingga di belahan bumi …

Natal 2025 mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang diambil dari Matius 1:22–24. Tema ini mengajak umat Kristiani untuk kembali menengok inti paling dasar dari kisah Natal: Allah yang memilih hadir melalui sebuah keluarga, dalam kesederhanaan, keterbatasan, dan kerentanan manusiawi. Di tengah perayaan yang seharusnya penuh sukacita, Natal tahun ini juga menjadi ruang refleksi …

Pada Kamis, 25 Desember 2025, Komunitas GUSDURian Cirebon bersama sejumlah komunitas lainnya kembali menggelar kegiatan rutin tahunan, Safari Natal. Kegiatan ini merupakan rangkaian kunjungan ke beberapa gereja di wilayah Cirebon sebagai bentuk silaturahmi dan praktik toleransi lintas iman. Safari Natal dimulai pada malam 24 Desember 2025 dengan kunjungan ke Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pamitran Cirebon. …

Maaf adalah salah satu kata dasar dalam etika sosial manusia. Ia termasuk dalam tiga ungkapan dasar yang lazim diajarkan sejak dini—tolong, terima kasih, dan maaf—sebagai fondasi relasi sosial yang sehat. Namun, ketika memasuki usia dewasa dan memiliki kuasa, justru kata ini sering kali sulit diucapkan. Ego, gengsi, dan kekhawatiran kehilangan kekuasaan menjadikan permintaan maaf dipandang …

Bung Karno dan Gus Dur berasal dari generasi yang berbeda. Namun, pemikiran keduanya masih terasa relevan. Keduanya sama-sama meninggalkan jejak penting dalam cara kita memandang hubungan manusia dan alam. Bung Karno dikenal lewat gagasan Marhaenisme. Ia menekankan kesadaran sosial dan nasional sebagai dasar perjuangan. Sementara itu, Gus Dur tampil sebagai ulama dan pernah menjabat sebagai …