Category: Opini

HomeOpini

Belakangan ini, komedi justru menjadi perkara serius. Panggung komedi berubah menjadi ruang yang rawan dilaporkan, dan tawa pelan-pelan digantikan oleh ketersinggungan kolektif. Ironisnya, semua ini terjadi di ruang publik yang mengaku demokratis. Komedi, yang seharusnya menjadi medium kritik paling ringan, kini diperlakukan seolah ancaman yang harus dibungkam. Alih-alih menjadi katup pelepas ketegangan sosial, humor justru …

Saya membuka tulisan ini dengan sebuah kutipan dari Paulo Freire dalam bukunya Pedagogy of Freedom: “Barangsiapa mengajar, ia belajar dalam tindakan mengajar, dan barangsiapa belajar, ia mengajar dalam tindakan belajar.” Belajar dan mengajar merupakan sebuah aspek penting dan berkesinambungan dalam proses pendidikan di Indonesia. Tetapi pendidikan di Indonesia nampaknya belum berjalan dengan seharusnya dan semestinya. …

Awal tahun baru 2026, saya berkesempatan untuk berkunjung kembali ke Desa Wadas, dusun Kaligendol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Di tengah pesta tahun baru dan perayaannya, segelintir masyarakat Wadas yang masih berjuang menolak tambang berkumpul dengan teman-teman media dan aktivis untuk merefleksikan perjalanan panjang yang terjadi di Desa Wadas. Pada tahun 2022 hingga 2023, saya beberapa …

Orang pinggiran, wong cilik, atau orang-orang yang memang dipinggirkan, adalah kenyataan yang acapkali jauh dari sorot kamera. Atau, jika pun tersorot kamera, ia adalah pemuas hasrat libido religius bagi pemeluk agama yang naif sembari berkata, “Kita perlu bersyukur, lihat mereka-mereka itu, hidupnya sungguh kasihan.” Kita pun dibuat cemas dan kalut, tatkala menengok mereka yang terpinggirkan, …

(Catatan kecil dari pementasan teater pada Haul ke-16 Gus Dur di Kota Kediri tentang tanah, niat mulia, dan keberpihakan pada mereka yang kerap disingkirkan) Peringatan Haul ke-16 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang diselenggarakan pada 30 Desember 2025 di Taman Baca Mahanani Kediri menjadi sebuah titik temu penting antara seni pertunjukan, aktivisme literasi, dan refleksi …

Sejak awal 1970-an, manusia dihadapkan pada cermin besar dan mulai bertanya: berapa lama kita bisa terus bertumbuh sebelum semuanya runtuh? Jawaban paling sistematis muncul dari The Limits to Growth, penelitian garapan ahli fisika Massachusetts Institute of Technology, Donella Meadows. Studi ini dilakukan atas permintaan The Club of Rome, sebuah organisasi nirlaba yang anggotanya terdiri dari …

Entah bagaimana wacana untuk mengembalikan pemilihan kepala daerah kepada DPRD dengan dalih efisiensi anggaran dan klaim bahwa DPRD mewakili rakyat kembali mengemuka. Padahal kita tahu ini adalah ide lama yang gagal dan usang. Di balik jargon “efisiensi” dan “representasi”, tersembunyi kekeliruan mendasar yaitu menafsirkan perwakilan sebagai kedaulatan. Kesalahan ini bukan hanya problem teknis tata kelola, …

Enam belas tahun telah berlalu sejak Abdurrahman Wahid—Gus Dur—meninggalkan dunia. Namun namanya tidak pernah benar-benar pergi. Ia tetap hidup, bukan hanya dalam buku sejarah, tetapi dalam ingatan kolektif bangsa: dalam kutipan yang terus beredar, dalam perbincangan lintas generasi, dan dalam praktik nilai yang berusaha dirawat oleh mereka yang percaya bahwa politik seharusnya berangkat dari kemanusiaan. …

Setiap kali kita duduk dalam diskusi ringan, berdiskusi di kelas, atau sekadar cangkrukan di warung kopi, pembicaraan tentang demokrasi Indonesia sering kali berakhir dengan rasa tak tuntas. Ya, kita memiliki demokrasi. Ia berjalan dan bahkan sering dirayakan dengan euforia pemilu. Namun, di balik itu, terdapat getaran rapuh di dalamnya. Ada yang tidak beres. Seperti rumah …

Tangis dan ratap kehilangan yang 16 tahun lalu bergema di seantero negeri itu masih lekat di ingatan saya. Kala itu, saya berusia 9 tahun. Saya menyaksikan di televisi (Metro TV, kala itu) bahwa telah berpulang Sang Guru Bangsa: Gus Dur. Saya pun bertanya pada bapak saya, mengapa sampai sebegitu banyaknya orang yang mengantarkan Gus Dur …