Category: Opini

HomeOpini

(Catatan kecil dari pementasan teater pada Haul ke-16 Gus Dur di Kota Kediri tentang tanah, niat mulia, dan keberpihakan pada mereka yang kerap disingkirkan) Peringatan Haul ke-16 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang diselenggarakan pada 30 Desember 2025 di Taman Baca Mahanani Kediri menjadi sebuah titik temu penting antara seni pertunjukan, aktivisme literasi, dan refleksi …

Sejak awal 1970-an, manusia dihadapkan pada cermin besar dan mulai bertanya: berapa lama kita bisa terus bertumbuh sebelum semuanya runtuh? Jawaban paling sistematis muncul dari The Limits to Growth, penelitian garapan ahli fisika Massachusetts Institute of Technology, Donella Meadows. Studi ini dilakukan atas permintaan The Club of Rome, sebuah organisasi nirlaba yang anggotanya terdiri dari …

Entah bagaimana wacana untuk mengembalikan pemilihan kepala daerah kepada DPRD dengan dalih efisiensi anggaran dan klaim bahwa DPRD mewakili rakyat kembali mengemuka. Padahal kita tahu ini adalah ide lama yang gagal dan usang. Di balik jargon “efisiensi” dan “representasi”, tersembunyi kekeliruan mendasar yaitu menafsirkan perwakilan sebagai kedaulatan. Kesalahan ini bukan hanya problem teknis tata kelola, …

Enam belas tahun telah berlalu sejak Abdurrahman Wahid—Gus Dur—meninggalkan dunia. Namun namanya tidak pernah benar-benar pergi. Ia tetap hidup, bukan hanya dalam buku sejarah, tetapi dalam ingatan kolektif bangsa: dalam kutipan yang terus beredar, dalam perbincangan lintas generasi, dan dalam praktik nilai yang berusaha dirawat oleh mereka yang percaya bahwa politik seharusnya berangkat dari kemanusiaan. …

Setiap kali kita duduk dalam diskusi ringan, berdiskusi di kelas, atau sekadar cangkrukan di warung kopi, pembicaraan tentang demokrasi Indonesia sering kali berakhir dengan rasa tak tuntas. Ya, kita memiliki demokrasi. Ia berjalan dan bahkan sering dirayakan dengan euforia pemilu. Namun, di balik itu, terdapat getaran rapuh di dalamnya. Ada yang tidak beres. Seperti rumah …

Tangis dan ratap kehilangan yang 16 tahun lalu bergema di seantero negeri itu masih lekat di ingatan saya. Kala itu, saya berusia 9 tahun. Saya menyaksikan di televisi (Metro TV, kala itu) bahwa telah berpulang Sang Guru Bangsa: Gus Dur. Saya pun bertanya pada bapak saya, mengapa sampai sebegitu banyaknya orang yang mengantarkan Gus Dur …

Satu bulan sudah pasca banjir dan longsor melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh, namun sampai 30 Desember 2025, pengelola negara sampai detik ini tidak menetapkan bencana ekologis tersebut sebagai bencana nasional. Sebagai anak perempuan yang lahir dan dibesarkan di Bireuen, Aceh, dan saat ini menetap di Yogyakarta, momen saat saya menyadari orang tua dan …

Bencana alam di banyak tempat, khususnya banjir di tiga provinsi di Sumatera, mendorong kesadaran warga bahwa alam kita sudah benar-benar rusak oleh kerakusan industri dan pengambil kebijakan di negeri ini. Rasanya sulit menangkis narasi ini, bahkan dengan buzzer sekalipun. Saya percaya hal itu disebabkan oleh begitu nyatanya pengalaman yang dirasakan oleh saudara-saudara kita di Aceh, …

Hari Raya Dongzhi merupakan hari besar bagi umat Khonghucu di Indonesia yang identik dengan memakan ronde. Ya, ronde, minuman hangat dengan air jahe dan juga bola-bola tepung bercampur kacang di dalamnya. Sembahyang Dongzhi dilakukan saat momen astronomis tertentu, yaitu ketika matahari berada tepat di atas garis balik 23,5 derajat Lintang Selatan, sehingga di belahan bumi …

Natal 2025 mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang diambil dari Matius 1:22–24. Tema ini mengajak umat Kristiani untuk kembali menengok inti paling dasar dari kisah Natal: Allah yang memilih hadir melalui sebuah keluarga, dalam kesederhanaan, keterbatasan, dan kerentanan manusiawi. Di tengah perayaan yang seharusnya penuh sukacita, Natal tahun ini juga menjadi ruang refleksi …