Category: Opini

HomeOpini

Pada Kamis, 25 Desember 2025, Komunitas GUSDURian Cirebon bersama sejumlah komunitas lainnya kembali menggelar kegiatan rutin tahunan, Safari Natal. Kegiatan ini merupakan rangkaian kunjungan ke beberapa gereja di wilayah Cirebon sebagai bentuk silaturahmi dan praktik toleransi lintas iman. Safari Natal dimulai pada malam 24 Desember 2025 dengan kunjungan ke Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pamitran Cirebon. …

Maaf adalah salah satu kata dasar dalam etika sosial manusia. Ia termasuk dalam tiga ungkapan dasar yang lazim diajarkan sejak dini—tolong, terima kasih, dan maaf—sebagai fondasi relasi sosial yang sehat. Namun, ketika memasuki usia dewasa dan memiliki kuasa, justru kata ini sering kali sulit diucapkan. Ego, gengsi, dan kekhawatiran kehilangan kekuasaan menjadikan permintaan maaf dipandang …

Bung Karno dan Gus Dur berasal dari generasi yang berbeda. Namun, pemikiran keduanya masih terasa relevan. Keduanya sama-sama meninggalkan jejak penting dalam cara kita memandang hubungan manusia dan alam. Bung Karno dikenal lewat gagasan Marhaenisme. Ia menekankan kesadaran sosial dan nasional sebagai dasar perjuangan. Sementara itu, Gus Dur tampil sebagai ulama dan pernah menjabat sebagai …

Agama sering kali diposisikan sebagai sumber nilai, moral, dan ketenangan batin. Ia diajarkan sebagai jalan menuju kebaikan, kasih sayang, dan kedekatan dengan Tuhan. Namun dalam praktik sosial, agama tidak selalu hadir dalam wajah yang lembut. Dalam banyak pengalaman hidup, terutama pada masa kanak-kanak, agama justru dapat tampil sebagai ruang penuh tekanan, paksaan, dan pengabaian terhadap …

Setiap 22 Desember, linimasa nyaris seragam: ucapan “terima kasih ibu”, foto memeluk, hadiah kecil, dan kalimat-kalimat yang menghangatkan. Ada yang tulus, ada yang sekadar mengikuti arus, tetapi semuanya terasa seperti ritual yang sudah jadi pakem. Di tengah kehangatan itu, saya menyimpan kegelisahan: mengapa perayaan ini begitu mudah menjadi romantisasi, sementara jejak sejarahnya nyaris tak terdengar? …

Di tengah kian sesaknya dunia dakwah yang beralih rupa menjadi papan iklan, penuh bangunan megah, proposal pembiayaan, dan kompetisi popularitas, ada sebuah pesantren kecil di Cigugur, Garut, yang memilih berjalan ke arah sebaliknya. Pesantren Ekologi Ath-Thaariq berdiri tanpa kubah raksasa, tanpa pagar besar, tanpa program prestise yang membebani santri. Yang ada hanyalah kebun, sawah, kolam …

Rentetan banjir besar dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa pekan terakhir kembali menelan korban jiwa. Ratusan orang meninggal dunia. Ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal dan harus bertahan di pengungsian. Bencana ini tidak lagi bisa dibaca semata sebagai peristiwa alam. Fakta di lapangan menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola …

Ada ironi memalukan yang selalu terjadi dalam sistem penegakan hukum di negara kita yaitu negara menjual hukum sebagai simbol moral, bukan sebagai alat perlindungan nyata. Hal ini terlihat terang ketika pemerintah melalui aparatnya berkali-kali melakukan tindakan kekerasan terhadap rakyat yang berusaha melindungi tanah mereka dari ekspansi perkebunan sawit dan tambang. Hukum lingkungan di Indonesia hanya …

Dalam sejarah politik Indonesia, sedikit sekali tokoh yang meninggalkan jejak moral setegas Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia tidak hanya dikenal sebagai presiden, pemimpin NU, atau cendekiawan Muslim; lebih jauh dari itu, Gus Dur adalah representasi langka dari etika politik yang tidak lekang ditelan rezim, kekuasaan, atau retorika. Politik, di tangan Gus Dur, berubah dari …

“Perpustakaan adalah tempat untuk memenuhi dahaga ilmu pengetahuan.” Jika direnungkan lebih dalam, kalimat tersebut menyimpan makna filosofis, sosial, dan kultural yang sangat kuat. Kalimat Gus Dur tersebut tidak sekadar berbicara tentang bangunan penuh rak dan buku, melainkan tentang relasi manusia dengan pengetahuan, tentang kebutuhan batin manusia untuk memahami dunia, dan tentang peradaban yang tumbuh atau …