Category: Opini

HomeOpini

Sejarah mencatat bahwa masyarakat kita terbentuk dari hasil perjumpaan dari beragam latar belakang etnis, warna kulit, budaya, ideologi, dan keyakinan. Fondasi ini menjadi karakter dasar yang membentuk identitas kolektif kebangsaan. Perjumpaan dan peralihan dengan beragam peradaban pun pernah terjadi, dalam konteks keragaman itu tak perlu ada yang diragukan. Jadi, secara historis sekali lagi DNA kultural …

Beberapa tahun lalu, tepatnya pada tahun 2003 ketika duduk di bangku kelas 3 SMA, nama Gus Dur sangat menancap di pikiran saya. Bukan sebagai tokoh guru bangsa atau kiai pesantren yang kharismatik, melainkan sebagai tokoh nasional yang kontroversial. Meskipun sejak SMP saya sudah dimasukkan pesantren oleh orang tua saya, sejak kecil hidup di lingkungan pesantren, …

Tulisan ini sebenarnya berbekal dari catatan dan pidato Gus Dur dari berbagai sumber yang terserak dan tidak terdokumentasikan dengan baik sebagai satu catatan yang utuh. Ide-ide beliau ini, sering dikutip oleh para akademisi akan tetapi ketika dilacak di mana dokumentasi itu berada, sulit sekali untuk ditemukan. Hal ini merupakan sebuah kewajaran sebab Gus Dur memang …

Beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam sebuah ceramahnya menyinggung sejumlah praktik peralihan fungsi lahan dari tanah pemerintah menjadi milik swasta dengan contoh kasus di kawasan sekitar wilayah Senayan. Peralihan ini berhasil memicu pertanyaan, bagaimana mungkin hal itu terjadi? Padahal, kawasan tersebut dulu berdasar masterplan yang pernah disampaikan oleh Presiden Soekarno adalah termasuk kawasan …

Gus Dur tampak duduk di tengah beberapa tokoh top kelas dunia. Antara lain, Mahatma Gandhi, Bunda Theresia, Nelson Mandela, dan Martin Luther King. Mereka duduk berjejer dalam satu meja yang sama. Semuanya tertawa. Tampaknya Gus Dur sedang melucu. Dan yang menarik, Gus Dur mengenakan pakaian doreng hijau. Tapi bukan TNI, melainkan Banser. Jelas, momentum itu …

Greg Barton dalam bukunya Biografi Gus Dur: The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid (Yogyakarta: LKiS, 2002) menggambarkan KH. Abdurrahman Wahid dengan kata-kata singkat; kompleks dan nyeleneh. Cenderung sulit dipahami, dan tergantung dari sudut apa melihat serta memahaminya. Gus Dur adalah sosok misterius, tak terduga, dan weruh sakdurunge winarah (bisa mengerti sebelum kejadian). Namun bagi tidak sepaham, Gus …

Sejak awal muncul, Islam sudah berinteraksi dengan non-Muslim. Ketika masih bertempat tinggal di Mekkah, Nabi Muhammad sudah bergaul dan berinteraksi dengan non-Muslim, baik itu yang beragama Kristen, Yahudi, Zoroaster, maupun kaum Pagan sendiri. Terlebih lagi ketika Nabi hijrah ke kota Madinah, dengan masyarakat yang plural, otomatis Nabi sudah bersentuhan dengan masyarakat yang beragama, baik secara …

KH. Abdurrahman Wahid atau lebih masyhur disebut Gus Dur dikenal sebagai Bapak Demokrasi, Perdamaian dan Toleransi. Pikiran-pikiran, pandangan dan tindak tanduknya mengubah cara pandang banyak anak-anak muda NU di era 1980-1990-an, menjadi semakin inklusif. Sampai kini, melalui Jaringan GUSDURian atau buku-buku, tulisan-tulisan serta videonya yang berserakan di internet dan media sosial, ia masih menginspirasi dan …

Dalam menjalani hidup, manusia perlu memenuhi bermacam kebutuhan, saling berbagi juga berebut ruang dengan orang dan makhluk lain di muka bumi. Layaknya hewan serta tumbuhan, untuk itu manusia perlu melakukan adaptasi. Namun adaptasi yang dilakukan manusia berlangsung secara lebih kompleks, variatif, dan kreatif. Manusia tidak melulu mengandalkan fisik dalam upaya menjaga dan mempertahankan diri. Sebab, …

Sedari awal Islam mengajarkan kepada pemeluknya perihal pentingnya menjalin hubungan yang ramah dalam bingkai toleransi antarumat beragama. Hal ini tidak lain selain sebagai bukti bahwa ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw merupakan ajaran rahmat bagi alam semesta. Untuk menumbuhkan nilai-nilai toleransi, yang harus dipahami pertama kali adalah kesadaran bahwa perbedaan dalam agama merupakan hal …