Category: Opini

HomeOpini

Mengulas, menceritakan kembali, atau membaca ulang tentang sosok Gus Dur tentu tak akan ada habisnya. Menariknya, semakin kita mencoba mengenalnya justru yang didapatkan adalah ilmu baru yang entah tanpa sadar atau tidak, praktiknya sangat dekat dengan kita sebagai manusia dalam kehidupan sosial. Sadar betul saya belum sempat bertemu secara langsung, bahkan di masa Gus Dur …

Beberapa tahun lalu saya berkesempatan mengunjungi Pulau Bali, sebuah tempat yang kerap disebut sebagai surga dunia. Namun di balik keindahan pantainya, tersimpan kisah yang jarang diceritakan. Bagaimana hubungan antarumat beragama di sana perlahan berubah. Dari hasil wawancara dengan beberapa warga lokal, saya mendengar ungkapan yang sederhana tetapi menyimpan luka sejarah. “Dulu kita saudara, sekarang kita …

Beberapa waktu lalu, banyak sekali akun media sosial yang mem-posting upah yang didapatkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Banyak yang menyoroti besarnya gaji dewan meski kinerjanya dipertanyakan. Yang bikin merinding, ada tunjangan tempat tinggal mencapai 50 juta rupiah per-bulan. Artinya, dalam satu tahun, DPR mendapat tunjangan tempat tinggal hingga 600 juta! Alasannya, untuk periode ini DPR …

by

Prolog: Budaya dan Agama Secara umum budaya adalah segala sesuatu yang dibuat cipta dan karya oleh manusia. Budaya tidak ditemukan unsur wahyu Tuhan di dalamnya. Agama berasal dari cipta dan karya Tuhan. Tapi faktanya tidak setegas demikian, karena banyak hal agama dipengaruhi oleh budaya, dan banyak hal budaya dipengaruhi oleh agama. Budaya disebut sebagai lawan …

Apabila kita berjalan menyusuri Jalan Kauman, Desa Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, yang muncul di benak kita biasanya adalah lorong-lorong sempit yang diapit rumah-rumah dengan kayu jati yang sudah tua yang berderet rapat, Langgar Kidoel, hingga Masjid Gedhe Kauman tempat KH Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Islam, Muhammadiyah. Dalam suasana tempo dulu dan religius ala muhammadiyah, …

Kunjungan Alissa Wahid bersama tokoh lintas agama ke rumah duka keluarga Iko di Semarang bukan hanya sekadar aksi solidaritas, melainkan penegasan bahwa nilai kemanusiaan tak lekang dimakan zaman. Ia adalah gema dari warisan Gus Dur—seorang tokoh yang dengan keberanian moral, empati, dan komitmen pluralisme berhasil menegakkan nilai kemanusiaan di tengah pergolakan politik maupun sosial bangsanya.  …

“Hingga sekarang belum kembali. Jika masih hidup, di mana keberadaannya? Jika sudah mati, di mana makamnya?” ujar Andi (nama samaran) ketika bercerita tentang orang tuanya yang ditangkap tahun 1965-1966 silam. Pasca-gerakan 30 september 1965, organisasi militer dibantu masyarakat sipil melakukan pembersihan massal terhadap orang-orang yang disinyalir terlibat dalam gerakan PKI (Partai Komunis Indonesia). Salah satu …

Dalam satu bulan terakhir, kita telah disuguhkan gejolak demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah. Dari mulai Jakarta, Makassar, Yogyakarta, Bandung dan kota-kota besar lainnya. Derasnya gelombang demonstrasi belakangan ini, tentu tidak ada asap kalau tidak ada api. Ini bukanlah fenomena yang muncul tiba-tiba.  Akan tetapi, jika kita cermati, poin besarnya yakni pada kurangnya rasa perhatian …

“Gus Dur selalu curiga dengan aparat sehingga beliau selalu melibatkan masyarakat,” Laode M. Syarif. Kita sering kali terlalu cepat berbangga bahwa Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Padahal kalau diperiksa lebih dalam, demokrasi kita ini lebih mirip rumah kontrakan: papan namanya mentereng, cat depannya dicat ulang menjelang pemilu, tapi fondasinya keropos dimakan rayap. …

Suasana ruang konferensi seketika tertuju pada seorang pembicara yang menyebut nama Gus Dur. Suaranya dalam, seakan membuka kembali lembaran sejarah. Gus Dur, katanya, adalah presiden yang berani menempatkan lingkungan hidup di jantung kebijakan. Beliau mengangkat pakar etiket lingkungan menjadi menteri, mencabut carut-marut HGU yang 50–80% ilegal, dan bahkan menegaskan bahwa Taman Nasional Bukit 12 adalah …