Tag: keadilan ekologi

Homekeadilan ekologi

Pembangunan ekonomi berbasis ekstraksi alam sering kali menimbulkan dampak eksternal seperti kerusakan sumber daya alam dan lingkungan yang berujung pada masalah sosial macam sengketa lahan serta penggusuran masyarakat adat. Berdasarkan pemaparan ekspeditor Dandhy Dwi Laksono bahwa tidak ada dalam sejarah mana pun ada kehidupan yang sejahtera dari aktivitas tambang apalagi ketika lokasi tambang tidak lagi …

Dalam rangka menyambut Konferensi Pemikiran Gus Dur pada Agustus mendatang, Jaringan GUSDURian menggelar Forum Demokrasi (Fordem) GUSDURian secara daring pada Jumat, 27 Juni 2025 malam. Pada pertemuan kali ini, tema yang diangkat adalah “Gus Dur dan Keadilan Ekologi”. Acara yang dipandu langsung oleh Inayah Wahid ini menghadirkan narasumber praktisi dan pakar di bidang lingkungan, yaitu …

Di suatu sore, aku bersama seorang teman bergegas meninggalkan kantor sesaat sebelum jam kerja habis. Kami mendapat undangan ke Monumen Antroposen yang lokasinya tidak jauh dari TPA Piyungan, Kabupaten Bantul. Dalam suasana yang teduh, hangat berpadu semilir angin, aku dibonceng dari Gedongkuning menuju Pleret. Jalanan ramai, kami bergerak lambat. Meski sudah menunggang motor berbodi ramping, …

Jika…. ”Memuliakan manusia berarti memuliakan Penciptanya, menistakan dan merendahkan manusia, berarti merendahkan dan menistakan penciptanya” (Gus Dur). Maka…. ”Memuliakan alam dan seluruh makhluk ciptaan-Nya berarti memuliakan penciptanya. Merusak dan menistakan alam dan seluruh makhluk ciptaan-Nya, berarti merusak dan menistakan Penciptanya”. JIKA tak ada aral melintang, Jaringan GUSDURian akan mengadakan Konferensi Pemikiran Gus Dur (Abdurrahman Wahid) …

“Gus Dur memecat menterinya, Nur Mahmudi Ismail dan menggantinya dengan Marzuki Usman, karena salah satu indikatornya bahwa Nur Mahmudi terlalu banyak mengobral izin eksploitasi sumber daya alam, dalam hal ini perhutanan dan perkebunan. Nur Mahmudi ditengarai mengeluarkan sebanyak 57 izin dengan luas 2 juta hektar. Ini yang membuat Gus Dur berang, marah, dan menggantinya dengan …

“Agama adalah penyelamat manusia dari dosa dan api neraka”. Barangkali itulah pandangan beragama yang dilekatkan kuat-kuat dalam kesadaran kita sejak kecil. Baru belakangan ini, ketika krisis iklim sampai pada titik terparah dalam sejarah, para agamawan, akademisi, serta aktivis mulai membangun dan menguatkan kesadaran bahwa “agama bukan hanya soal dosa-pahala, surga-neraka, halal-haram. Agama juga tentang alam …

Dalam beberapa tahun mendatang, sebagian besar manusia, terutama di negara-negara miskin, akan menderita kelaparan, kekurangan air, dan berbagai bencana karena perubahan lingkungan yang drastis. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) pada tahun 2018 telah mengeluarkan laporan bahwa ulah manusia mengakibatkan peningkatan suhu global telah mencapai satu derajat Celcius pada 2017 dan terus naik 0,2 derajat …

by

Dulu, saat masih sekolah, makanan saya sederhana, tapi cukup bikin kenyang. Sup bening, tongkol kalau sedang beruntung, tahu-tempe, sambal, dan nasi hangat. Minumnya? Air PDAM yang sudah direbus ibu. Kalau ibu telat masak atau sedang sibuk, biasanya saya dibekali uang jajan lebih untuk makan di warung depan sekolah. Tahun itu, 500 rupiah cukup buat beli …

“Dalam semua acara penting, salah satu hal yang pasti jadi perhatian adalah makanan, termasuk gaya makan.” Pada 27 Januari 2025 lalu, saya menghadiri undangan open house pentahbisan Uskup Keuskupan Surabaya. Setelah kurang lebih 15 bulan posisi tersebut kosong, akhirnya Paus Fransiskus menetapkan Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo atau Mo Dik sebagai uskup terbaru. Meskipun bukan …

SURABAYA - Lima hari setelah peringatan Bom 13 Mei 2018, Komunitas GUSDURian Surabaya melaksanakan kegiatan tanam pohon. Pohon tersebut diperoleh dari donasi berbagai komunitas yang hadir saat peringatan Bom 13 Mei di Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB), dua di antaranya dari Umat Tao dan Griya Rahmatan Lil ‘Alamiin. Terhitung 18 pohon yang terkumpul, dengan …