Category: Headlines

HomeHeadlines

Frasa di atas hanyalah imajinasi saya. Almarhum Gus Dur tidak mengatakan persis seperti itu kepada Gus Maksum, pemimpin Pondok Pesantren Abil Hasan, salah satu pondok pesantren yang tenggelam di bawah lumpur Lapindo. Hanya saja, kira-kira seperti itulah maksudnya berdasarkan apa yang saya tangkap setelah beberapa kali obrolan dengan Gus Maksum. Dalam beberapa kali kunjungan kami …

Gus Dur ‘ternyata’ pernah menjadi simpatisan Ikhwanul Muslimin (IM). Bahkan ia hampir mendirikan cabang IM ini di Indonesia. Saya kasih tanda petik kata ‘ternyata’, karena hal ini mungkin banyak tidak diketahui oleh Gusdurian, para pengagum Gus Dur, dan juga barangkali mengejutkan bagi mereka yang anti-Gus Dur. Bagaimana ceritanya? Sejak kecil Gus Dur sudah gemar membaca. …

Sosok Gus Dur sering kali dikaitkan dengan isu-isu soal keberagaman dan gerakan Islam modern dan jarang sekali kita mengaitkan nama Gus Dur sebagai tokoh lingkungan hidup. Padahal jika ditelisik lebih dalam, Gus Dur adalah tokoh yang meletakkan dasar-dasar bagi keberlanjutan lingkungan hidup. Gus Dur adalah peletak dasar terobosan kebijakan moratorium tebang hutan (10-20 tahun) untuk …

Tepat pada 5-10 Juni tahun ini, perang Arab-Israel terjadi 54 tahun yang lalu. Dalam konteks tersebut, organisasi Belanda-Yahudi Een Ander Joods Geluid (Sebuah Suara Yahudi yang Berbeda, EAJG), yang jenuh dengan pendudukan Israel di Palestina, menyelenggarakan sebuah program yang berlangsung enam hari, seperti berlangsungnya perang Arab-Israel 54 tahun yang lalu itu. Program EAJG berjudul “Enough=Enough!” …

Saat membicarakan Khitthah Nahdlatul Ulama dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama di Situbondo 16 Rabiul Awwal 1404 H / 21 Desember 1983, ada tiga Sub Komisi Khitthah yang masing-masing dipimpin oleh KH. Tholchah Mansoer; Drs. Zamroni, dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – rahimahumullah. Gus Dur waktu itu memimpin Sub Komisi Deklarasi yang membahas tentang …

Mengapa kita perlu belajar dari Gus Dur dalam kehidupan berbangsa? Toleransi bukan hanya menghargai perbedaan saja, lebih dari itu. Hakikat dari toleransi tertuang dalam tata cara berperilaku. Gus Dur itu tidak hanya toleran, tetapi telah mampu berada pada tahapan koeksistensi sosial. Sikapnya terbuka dalam perbedaan, sehingga beliau mampu memosisikan banyak golongan, suku, bahkan agama secara sejajar. …

Dulu, Nabi hijrah itu meninggalkan Mekkah yang kejam, memusuhi perbedaan dan tak memberi ruang pada tauhid dan pencerahan. Dulu, Nabi hijrah ke Madinah itu membangun peradaban, merukunkan yang bermusuhan, memberi ruang dan penghormatan atas perbedaan, hingga Muslim dan Yahudi pun hidup berdampingan dalam damai di bawah sebuah kesepakatan. Meski Mekkah menorehkan banyak luka, di hati …

Diskursus Pancasila kembali menguat di Indonesia bersamaan dengan menguatnya narasi politik identitas, radikalisme-ekstrimisme dan perkembangan dinamika politik pasca pilpres 2016 dan pilkada DKI. Pemerintahan Presiden Jokowi juga kerap menggemborkan Pancasila dengan narasi memperkuat rasa ‘kebangsaan’ dan melawan ‘radikalisme’. Jokowi bahkan menyatakan akan ‘gebuk’ ormas yang anti-pancasila (Kompas, 2017). Badan baru dengan dukungan anggaran yang mencapai …

Konflik Israel-Palestina melahirkan kritik dari beragam sudut pandang yang terus berkembang. Tidak cukup dipahami dari sudut pandang konflik agama dan politik, kini ramai publik internasional melihatnya sebagai konflik kemanusiaan. Persoalan utamanya adalah tentang siapa yang paling berhak memiliki tanah. Berbicara negara Israel, perlu sejenak kita merunutnya dari sejak berakhirnya Perang Dunia II (1939-1945). Blok Barat …

Rasanya jengkel sekali ketika situasi wabah yang semakin memburuk ini masih saja ada banyak pihak yang tidak memiliki empati sama sekali. Mereka berkonspirasi bahwa wabah ini dirancang untuk menghancurkan Islam dan pihak lainnya lagi mengatakan bahwa wabah ini adalah rekayasa perusahaan farmasi global. Sikap tidak empatik itu mungkin masih bisa kita maklumi jika itu dilakukan …