Enam belas tahun setelah wafatnya, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tidak hanya dikenang sebagai Presiden keempat Republik Indonesia. Bukan pula sebatas Bapak Pluralisme. Jejak intelektualnya tetap hidup dan terus diperbincangkan melalui warisan pemikiran yang ia tinggalkan, salah satunya dalam bentuk tulisan. Di balik sosoknya yang egaliter dan jenaka, Gus Dur adalah seorang penulis yang sangat …










