Sabtu, 27 Agustus 2016
  • keragaman
  • Perdamaian Tanpa Keadilan Adalah Ilusi
  • TIDAK PENTING APAPUN AGAMA ATAU SUKUMU. KALAU KAMU BISA MELAKUKAN SESUATU YANG BAIK UNTUK SEMUA ORANG, ORANG TIDAK AKAN TANYA APA AGAMAMU
    KH. Abdurrahman Wahid
    7 September 1940 - 30 Desember 2009

HEADLINE

Dialog Tanpa Senjata

Rabu, 24 Agustus 2016
oleh : Sarjoko
“Maaf, boleh saya minta air putih saja?” kata Felip Karma, saat diberi segelas teh hangat untuk menemani diskusi. “Saya bernazar untuk tidak meminum selain air putih, sampai Papua merdeka,” sambungnya lagi. Sebuah nazar yang menunjukkan betapa kuat dan gigihnya ia dalam berjuang. Sebelum 22 Agustus kemarin, nama Filep Karma sangat asing di telinga saya. Beberapa kali mengikuti berita soal penangkapan pejuang OPM, saya tidak menghafal nama-nama tokohnya. Bahkan saya tidak menyadari bahwa Filep Karma adalah salah satu dari lima tahanan politik yang dibebaskan oleh Jokowi tahun 2015 lalu. Ia ditahan karena turut mengibarkan bendera kejora di Jayapura tahun 2004. “Setelah saya dibebaskan, saya tetap akan berjuang. Selama Papua belum merdeka, berarti perjuangan saya belum selesai!” tegasnya.

PILIHAN REDAKSI

SOROT

Keadilan dan Kemanusiaan untuk Papua

Papua adalah salah satu wilayah dengan potensi ekonomi terbesar di Indonesia. Sumberdaya alamnya melimpah dan wilayahnya sangat luas. Namun sebagian besar masyarakat Papua hingga kini masih berada dalam kemuskininan. Bahkan di banding wilayah lain di Indonesia, Papua termasuk termiskin dan terendah pendidikannya. Lebih dari itu, kekerasan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia masih sangat sering terjadi di tanah Papua. Kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat Papua. Hal ini diperparah lagi dengan adanya prasangka negatif terhadap orang-orang Papua yang tengah bekerja atau belajar di kota-kota besar di Jawa.

ARSIP

Aktivitas Terbaru

2 Hari, 17 Jam yang lalu
Ahmad Damanhuri telah membuat topik diskusi berjudul Topik Diskusi di GUSDURian Surabaya
2 Hari, 19 Jam yang lalu
endang kusnadi telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Balikpapan
2 Hari, 19 Jam yang lalu
wahidul anam telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Aceh
2 Hari, 19 Jam yang lalu
muhammad zaenuddin telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Bali
2 Hari, 19 Jam yang lalu
Amirudin telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Cirebon
1 Minggu, 1 Hari yang lalu
muhammad zaenuddin telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Bandung
1 Minggu, 2 Hari yang lalu
Rifandy Deovandra telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Jombang
1 Minggu, 2 Hari yang lalu
Ahmad Damanhuri telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Surabaya
1 Minggu, 2 Hari yang lalu
wahidul anam telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Blitar
1 Minggu, 2 Hari yang lalu
muhammad zaenuddin telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Jakarta