Jumat, 27 April 2018
  • keragaman
  • TIDAK PENTING APAPUN AGAMA ATAU SUKUMU. KALAU KAMU BISA MELAKUKAN SESUATU YANG BAIK UNTUK SEMUA ORANG, ORANG TIDAK AKAN TANYA APA AGAMAMU
    KH. Abdurrahman Wahid
    7 September 1940 - 30 Desember 2009

HEADLINE

SIKAP JARINGAN GUSDURIAN JAWA BAGIAN BARAT TENTANG PEMILIHAN KEPALA DAERAH SERENTAK DI JAWA BARAT

Kamis, 26 April 2018
oleh : Admin
Pada 27 Juli 2018, masyarakat Jawa Barat akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak di 17 kabupaten / kota termasuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Tidak kurang dari 61 Pasangan Calon (Paslon) akan memperebutkan kursi pemimpin di wilayah masing-masing. Hal ini tentu harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak guna memastikan proses Pilkada dapat berjalan secara jujur, adil, bebas dan menghasilkan pemimpin-pemimpin terbaik. Jaringan Gusdurian Jawa Bagian Barat mencermati Jawa Barat merupakan salah satu wilayah dengan tingkat dinamika sosial politik yang paling tinggi di Indonesia, terlebih lagi pada momen-momen politik seperti Pilkada. Bahkan dalam beberapa kasus, Pilkada juga kerap memunculkan tren meningkatkan politik identitas dari pihak-pihak tertentu untuk tujuan meraup suara pemilih. Karena itu, sebagai salah satu elemen masyarakat, Jaringan Gusdurian Jawa Bagian Barat menyampaikan sikap sebagai berikut:

PILIHAN REDAKSI

SOROT

Pernyataan Sikap Jaringan Gusdurian Indonesia atas Meningkatnya Aksi Intoleransi dan Kekerasan terkait Agama Tahun 2018

Belakangan ini aksi intoleransi berupa pemaksaan dan kekerasan kembali meningkat di tanah air. Januari lalu, tepatnya Mingggu, 28 Januari 2018, kekerasan dialami pemimpin Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Umar Basri (Mama Santiong). Ia menjadi korban penganiayaan usai Shalat Subuh di masjid. Belum lama berselang, Komando Brigade PP Persis, Ustaz Prawoto. Ustaz Prawoto meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat dianiaya seorang pria pada KKamis, 1 Februari 2018. Awal Februari ini juga beredar berita tentang biksu Budha yang dipaksa meninggalkan kediamannya di Tangerang. Di Yogyakarta, sebuah kegiatan bakti sosial gereja juga dipaksa untuk dibatalkan.

ARSIP

Aktivitas Terbaru

20 Jam, 55 Menit yang lalu
Miftakhul mujab telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Jogja
20 Jam, 55 Menit yang lalu
Agus Setyabudi telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Rembang
20 Jam, 56 Menit yang lalu
Azzam Amin Widodo telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Madiun
20 Jam, 56 Menit yang lalu
Maulana Azhar Adipraja telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Semarang
20 Jam, 56 Menit yang lalu
Miftakhul mujab telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Bogor
20 Jam, 56 Menit yang lalu
Miftakhul mujab telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Jakarta
20 Jam, 56 Menit yang lalu
Miftakhul mujab telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Depok
20 Jam, 56 Menit yang lalu
Canggi Makmur telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Surabaya
20 Jam, 56 Menit yang lalu
Jonathan Manullang telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Bandung
20 Jam, 56 Menit yang lalu
Viky Erman Satrio telah bergabung dengan paguyuban GUSDURian Tegal