Arsip Kategori: Opini

Terkadang, Umat Islam Sukar Jadi Pengayom

Di pelosok Yogya, karena perkembangan keagamaan, lebih khusus lagi keislaman, banyak masjid yang harus diperluas. Tetapi bagaimana dengan masjid yang lahannya sudah mentok? Alternatifnya, merambah ke jalan. Di depan masjid yang sebenarnya jalan umum kemudian dibangun tenda permanen berbahan baja ringan. Jalan ini dipakai terutama untuk jumatan atau pengajian. Pola seperti ini bermunculan di Yogya…
Read more

Kisah Gus Dur dan Proses NU Kembali ke Khittah pada Muktamar Situbondo 1984

Gus Dur memiliki peran besar dalam proses NU kembali ke khittah. Saat itu situasinya adalah setelah transisi Orde Lama ke Orde Baru, kebijakan politiknya Suharto tidak mengenakkan buat partai-partai Islam. Semula, banyak kalangan partai Islam berharap dengan naiknya Suharto dengan Orde Barunya, kalangan partai Islam bakalan mendapatkan kesempatan politik yang bebas. Namun harapan tersebut berujung…
Read more

Intoleransi dan Kelas Sosial

Tadi malam saya posting “pertanyaan dalam hati”. Mungkin karena ilustrasinya kurang pas, beberapa orang bertanya: loh apa hubungannya tinggal di perumahan mewah dan intoleransi? Tetapi karena pertanyaan ini pula saya justru menemukan inti permasalahannya: bagi banyak orang, intoleransi tidak ada hubungannya dengan kelas sosial. Selama ini wacana mengenai intoleransi selalu dipahami dalam kerangka hak asasi.…
Read more

Konsistensi Gus Dur

Aku membaca pengantar buku yang menghebohkan, “Menjerat Gus Dur”, yang berjudul “Gus Dur Melawan Oligarki yang Tak Pernah Usai” oleh penulisnya,  Virdika Rizky Utama. Aku belum kebagian bukunya, karena terlambat pesan. Buku itu sungguh amat menarik sekaligus mendebarkan. Aku belum menilai orang-orang yang konon “besar” atau “penting” sebagaimana disebutkan dalam buku tersebut yang melukai Gus…
Read more